Minggu, 26 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Jamaah Islamiyah Bubar

Jamaah Islamiyah Bubar, Apa yang Sebenarnya Terjadi? Ini Penjelasan Tokoh Senior Eks JI

Bubarnya organisasi Jamaah Islamiyah pada akhir Juni itu memantik pendapat skeptis dan keraguan sebagian pihak. Keputusan penting itu mendadak

Editor: Muhammad Ridho
Tribunnews.com/Setya Krisna Sumarga
Sejumlah tokoh berbicara mengenai kelompok Al Jamaah Al Islamiyah atau Jamaah Islamiyah atau JI yang bubar atau membubarkan diri serta memutuskan islah dengan aparat keamanan, pemerintah dan negara Republik Indonesia. 

TRIBUNPEKANBARU.COM -- Organisasi Al Jamaah Al Islamiyah atau lebih populer disebut Jamaah Islamiyah (JI) secara resmi telah bubar sejak 30 Juni 2024.

Para anggotanya telah menyerahkan diri.

Mereka juga meminta maaf kepada aparat keamanan, pemerintah, dan rakyat Indonesia atas apa yang selama ini terjadi.

Bubarnya organisasi Jamaah Islamiyah pada akhir Juni itu memantik pendapat skeptis dan keraguan sebagian pihak.

Keputusan penting itu terkesan terjadi mendadak, mengejutkan, dan reaksi pemerintah Indonesia terkesan agak dingin.

Apa yang sebenarnya terjadi di balik bubarnya Jamaah Islamiyah?

Tokoh Senior Eks JI, Ustaz Abu Mahmudah alias Arif Siswanto dalam wawancara khusus dengan Tribun mengatakan bahwa JI berangkat dari kejujuran.

Ustaz Abu Mahmudah adalah tokoh teras JI sebelum bubar, yang dikenal alim dan sangat pintar.

Berikut wawancara lengkap dengan Ustaz Abu Mahmudah.

TRIBUN (T) : Jamaah Islamiyah bubar atau membubarkan diri 30 Juni 2024. Ini bubar sungguhan atau bagaimana sebenarnya ustaz?

ABU MAHMUDAH (AM) : Tentu bukan hanya sekadar ada kejujuran, tapi berangkat dari kejujuran. Jadi bubarnya ini serius. Waktu nanti yang akan membuktikan, Inshaallah.

T : Tentu bukan dadakan? Pasti ada proses yang mendahului?

AM : Pasti modal dasarnya adalah trust, komunikasi dan trust. Kami mengawali proses dengan komunikasi dengan aparat negara, dalam hal ini Densus 88 Antiteror.

Karena kalau berbicara antar kami, kami berada dalam situasi keamanan yang tidak mungkin. Saat kami di dalam kami berkomunikasi dengan aparat Densus dan Densos. Proses yang sama dilakukan teman-teman lainnya di luar. Setelah saya di luar baru terjalin komunikasi lagi. Kami sampai pada kesimpulan Jamaah Islamiyah harus bubar.

T : Atas dasar apa?

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved