Jamaah Islamiyah Bubar
Sepak Terjang Abu Fatih, Pentolan Jamaah Islamiyah yang Malang Melintang dan Disegani
Ditanya bagaimana reaksi Abdullah Sungkar saat itu, Abu Fatih mengatakan Abdullah Sungkar bersikap biasa-biasa saja.
TRIBUNPEKANBARU.COM - Abu Fatih alias Abdullah Anshori (66) terlihat sangat dihormati di kalangan tokoh-tokoh utama eks Jamaah Islamiyah.
Ini tampak ketika Tribunnews.com (Grup Surya) mendapat kesempatan dan akses beberapa kali menemui mereka di pinggiran Kota Solo, sepanjang Rabu (17/7) hingga Jumat (19/7). Ia tinggal di Sukoharjo.
Semua yang hadir dan bertemu Abu Fatih di lokasi terlihat segan. Beruntungnya, Tribunmen dapat kesempatan pertama melakukan wawancara khusus dengan tokoh asal Magetan Jatim ini.
Sepintas Abu Fatih tampak orang yang tak banyak bicara, tenang. Kesibukannya sehari-hari di kebun, mengurus kebun pisangnya yang luasnya sekira 8.000 meter persegi.
Tapi setelah berbicara, Abu Fatih menunjukkan kemampuan verbalnya yang sangat bagus. Artikulasi bicaranya runtut, lugas, jelas meski ia sempat berseloroh dirinya orang tua yang ompong.
Gigi atas Abu Fatih memang sudah nyaris semuanya tanggal. Sebelum diwawancarai, Abu Fatih menegaskan ia tidak membuat batasan apapun terkait isu yang ditanyakan.
Ia akan menjawab semua yang ditanyakan, sesuai kemampuan dan pengetahuan yang dimilikinya. Ia juga menjelaskan di awal, aktif di Jamaah Islamiyah hanya sampai 2001.
Sesudah itu ia pasif, tidak ikut apapun yang dilakukan jamaah. Abu Fatih berusaha benar-benar di luar organisasi walau tidak berlepas diri.
Keterlibatan Abu Fatih di gerakan berbasis keagamaan ini dimulai dari beberapa dekade lalu, ketika ia masih muda.
Inspiratornya dan patronnya Abdullah bin Ahmad Sungkar yang menginisiasi gerakan keagamaan usroh terkaitafiliasinya dengan NII warisan SM Kartosoewirjo.
Akhir 70an hingga awal 80an, gerakan itu berkembang pesat dari Jawa Tengah lalu ke Jakarta dan sekitarnya. Menyeberang ke Sumatera dan daerah lainnya.
Tahun 1985 Abdullah Sungkar lari ke Malaysia, tapi jaringan gerakan dan pengaruhnya masih eksis seperti kanker.
Abu Fatih mengikuti gerakan usroh, dan aktif di wilayah Jawa. Namanya lalu muncul ketika terjadi peristiwa Talangsari, Lampung.
Aktor penting perlawanan Talangsari adalah Nurhidayat. Pria ini menjadi anggota usroh di Jakarta Selatan. Ia mengenal gerakan usroh ini pada 1984 saat direkrut Abu Fatih alias Ibnu Thoyib, yang merupakan kader usroh Abdullah Sungkar sejak di Solo.
Saat Abu Fatih aktif di Jakarta inilah, meledak peristiwa bentrok ormas dan pasukan keamanan Indonesia di Tanjungpriok.
| Apakah Jamaah Islamiyah Benar-benar Sudah Bubar Atau Ganti Kulit? Ini Kata Abdullah Anshori |
|
|---|
| Inilah Sejarah Panjang Jamaah Islamiyah dari Abdullah Sungkar Hingga Kini Dibubarkan |
|
|---|
| Detik-detik Soekarno Teken Eksekusi Kartosoewirjo Warnai Sejarah Panjang JI di Indonesia |
|
|---|
| Melihat Atribut-atribut NKRI di Pesantren Eks Jamaah Islamiyah di Boyolali, Ada Perbedaan Mencolok |
|
|---|
| Jamaah Islamiyah Bubar, Apa yang Sebenarnya Terjadi? Ini Penjelasan Tokoh Senior Eks JI |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/Abu-Fatih-Ketua-Mantiqiyah-II-Jamaah-Islamiyah.jpg)