Minggu, 26 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Kabut Asap di Riau

Kabut Asap Karhutla Muncul, Disdikbud Pelalawan Riau Belum Liburkan Sekolah

Kabut asap telah melanda Kabupaten Pelalawan Riau sejak pekan lalu akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Penulis: johanes | Editor: Sesri
Istimewa
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pelalawan Leonardo 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Kabut asap telah melanda Kabupaten Pelalawan Riau sejak pekan lalu akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Kabut yang muncul semakin pekat dalam hari terakhir. Asap terlihat jelas di Kecamatan Pangkalan Kerinci yang merupakan ibukota kabupaten.

Kabut mulai muncul pada pagi hari sekitar jam 06.30 wib dan terlihat semakin pekat sampai jam 10.00 wib.

Asap mulai hilang setelah siang hingga sore hari. Tentu kondisi ini berpotensi menghambat aktivitas masyarakat, termasuk anak sekolah.

Menanggapi kondisi ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pelalawan belum mengambil kebijakan terkait kelangsungan proses belajar mengajar setelah kabut asap mulai muncul.

Siswa-siswi masih mengikuti pelajaran di sekolah seperti biasanya dan belum ada perubahan jam belajar setelah fenomena kabut asap yang dihasilkan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

"Sampai saat ini aktivitas belajar mengajar di sekolah masih normal dan belum ada perubahan," ujar Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disdikbud Pelalawan, Leonardo kepada tribunpekanbaru.com, Selasa (30/7/2024).

Leonardo menyampaikan, pihaknya belum menerima surat dari instansi terkait seputar bencana Karhutla dan kabut asap yang mulai menguasai angkasa Pelalawan.

Baca juga: Kabut Asap Selimuti Pangkalan Kerinci Akibat Karhutla di Pelalawan, BPBD Sebut Ada Kiriman dari Inhu

Baca juga: Breaking News: Udara Tak Sehat Akibat Kabut Asap, Disdikbud Dumai Imbau Siswa Pakai Masker

Biasanya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) hingga Dinas Kesehatan (Diskes) maupun Satgas penanggulangan Karhutla mengirimkan surat ke Disdikbud apabila kondisi semakin parah.

"Untuk sementara kita menyarankan peserta didik menggunakan masker. Kita akan menyurati seluruh sekolah dan unit pendidikan lainnya," beber Leonardo.

Ia meminta pemakaian masker cukup membantu menjaga kesehatan siswa, khususnya saat beraktivitas di luar ruang kelas. Mengingat musim kemarau kering telah berlangsung satu bulan lebih dan mengakibatkan banyaknya debu dan asap yang dihasilkan Karhutla.

"Apabila situasinya semakin parah nanti, kami akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk langkah selanjutnya," tandas Ketua PGRI Pelalawan ini.

( Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved