Mengenal Minyak Makan Merah, Dipakai untuk Program Makan Bergizi Gratis?
minyak makan merah berpotensi digunakan sebagai pangan fungsional, yakni sebagai salah satu bahan pangan yang anti-stunting.
TRIBUNPEKANBARU.COM - Diketahui minyak makan merah akan digunakan untuk mendukung program makan bergizi gratis (MBG) yang segera dimulai.
Minyak makan merah itu merupakan produk dari koperasi petani.
Demikian dijelaskan Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi.
Dilansir dari berbagai sumber, minyak makan merah lebih sedikit melalui proses pemurnian dibandingkan kelapa sawit yang diputihkan.
Proses pemurnian pada minyak kelapa sawit merah mempertahankan lebih banyak nutrisi, menjadikannya alternatif yang lebih sehat dibandingkan minyak kelapa sawit biasa.
Minyak makan merah adalah minyak yang diperoleh dari rafinasi tanpa pemucatan (bleaching) dan deodorisasi, dan melalui fraksinasi minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil atau CPO) yang digunakan sebagai minyak goreng, bahan baku pangan, ditambahkan pada pangan, dikonsumsi langsung sebagai tambahan asupan zat gizi, atau sebagai fortifikan minyak goreng sawit dan bahan baku nutrasetikal.
Pengertian ini berdasarkan Peraturan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2023 tentang Tata Kelola Minyak Makan Merah berbasis Koperasi.
Baca juga: Marshanda Ungkap Alasan Lepas Hijab saat Curhat ke Andre Taulany: Aku Hancur Dulu
Baca juga: Analisis Penyebab Kecelakaan Pesawat Jeju Air: Serangan Burung Membahayakan Penerbangan
Kandungan minyak makan merah
Menurut Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS), sebagaimana dilansir situs resmi Kementerian Pertanian, minyak makan merah masih mempertahankan kandungan senyawa fitonutrien, yang meliputi karoten sebagai sumber vitamin A, tokoferol dan tokotrienol sebagai vitamin E, dan squalene.
Untuk itu, minyak makan merah berpotensi digunakan sebagai pangan fungsional, yakni sebagai salah satu bahan pangan yang anti-stunting.
Asam oleat dan asam linoleat yang terkandung dalam minyak makan merah berfungsi untuk pembentukan dan perkembangan otak, transportasi dan metabolisme pada anak.
Minyak makan merah juga dapat digunakan untuk menumis bahan pangan, salad dressing, bahan baku margarine dan shortening, dan sebagainya.
Ahli gizi dari Universitas Airlangga Lailatul Muniroh mengatakan, Minyak Makan Merah (M3) memiliki beberapa kandungan bioaktif (fitonutrien) yang lebih unggul daripada minyak konvensional.
“Data dari Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) tahun 2022 menunjukkan bahwa M3 mengandung konsentrasi Karoten sebesar 753 ppm, Vitamin E sebesar 1016 ppm, dan Squalene sebesar 348 ppm, yang mana kandungan ini lebih tinggi dibandingkan dengan minyak lainnya,” jelas Lailatul, dilansir situs Unair, beberapa waktu lalu.
Lailatul menguraikan, karoten yang berfungsi sebagai pro vitamin A dan antioksidan, memiliki peran vital dalam meningkatkan sistem imun serta kesehatan mata dan kulit.
| Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 7 Halaman 111 Tabel 4.4 Kosakata Kurikulum Merdeka |
|
|---|
| Diduga Bakar Hutan Negara Seluas 35 Hektare, Pelaku Karhutla di Pulau Rupat Bengkalis Diciduk |
|
|---|
| 106 Unit Rumah Warga di Pulau Kijang Riau Terbakar |
|
|---|
| Cerita Cheryl Amanda, Siswa MAN 2 Pekanbaru Lolos Kampus Luar Negeri, Pernah Setahun di Amerika |
|
|---|
| Hadapi Fenomena El Nino, Kepala BPBD Paparkan Titik Rawan Karhutla di Kabupaten Rohil |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/makan-bergizi-gratis-Minyak-makan-merah.jpg)