Kamis, 9 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Banjir di Riau

Banjir di Riau Meluas, 68 Keluarga Terpaksa Mengungsi

Banjir di Riau yang melanda sejumlah wilayah di provinsi ini semakin meluas. 

Penulis: Syaiful Misgio | Editor: Ariestia
Istimewa
Banjir di Riau yang melanda sejumlah wilayah di provinsi ini semakin meluas.  

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU – Banjir di Riau yang melanda sejumlah wilayah di provinsi ini semakin meluas. 

Hingga kini, tercatat ada empat kabupaten yang mengalami dampak terparah, yaitu Kabupaten Kampar, Pelalawan, Siak, dan Indragiri Hulu (Inhu).

Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, banjir telah melanda 12 kecamatan dan 28 desa di wilayah Riau. Sebanyak 3.671 kepala keluarga (KK) terdampak, dengan 68 KK di antaranya terpaksa mengungsi.

“Selain bangunan, akses jalan sepanjang 11,5 kilometer juga terdampak banjir ,” ujar Kepala BPBD Riau, M. Edi Afrizal, Selasa (21/1/2025).

Edi menjelaskan bahwa Kabupaten Kampar menjadi wilayah dengan dampak banjir paling parah.

Baca juga: Pemprov Riau Ajukan 10 Ribu Paket Bantuan Logistik ke Pemerintah Pusat untuk Korban Banjir di Riau

Terdapat 4 kecamatan dan 19 desa yang terdampak, dengan 2.530 KK mengalami dampaknya dan 6 KK harus mengungsi.

Banjir di Kampar Riau ini juga merusak fasilitas umum, pendidikan, perkantoran, serta kebun seluas 292 hektare.

Di Kabupaten Siak, banjir melanda 2 kecamatan dan 2 desa dengan 823 KK terdampak. Sebanyak 51 KK dilaporkan mengungsi akibat banjir.

Sementara itu, Kabupaten Pelalawan mencatat banjir di 3 kecamatan dan 4 desa. Sebanyak 309 KK terdampak, dengan 19 KK mengungsi. Akses jalan sepanjang 3,5 kilometer juga rusak akibat banjir.

Di Kabupaten Inhu, banjir melanda 3 kecamatan dan 3 desa, dengan total 9 KK terdampak.

Selain keempat daerah tersebut, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) juga terdampak banjir.

Edi menyebutkan bahwa BPBD Riau telah menyerahkan bantuan ke seluruh daerah terdampak, termasuk Kampar, Inhu, dan Pelalawan.

“Untuk tenda pengungsi masing-masing daerah sudah tersedia. Jika mereka kekurangan tenda atau perahu karet, kami akan segera mengirimkan bantuan sesuai permintaan,” jelasnya.

Banjir yang terus meluas ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Bantuan logistik dan peralatan diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat terdampak sekaligus mempercepat proses penanggulangan di lapangan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved