Rabu, 8 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Penyakit Mulut dan Kuku Hewan Ternak

Cegah Wabah PMK, DKPP Dumai Perketat Lalu Lintas Hewan Ternak

DKPP Dumai memperketat lalu lintas keluar masuk hewan ternak untuk mencegah penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK)

Penulis: Donny Kusuma Putra | Editor: Theo Rizky
Tribunpekanbaru.com/Donny Kusuma Putra
HEWAN TERNAK - Petugas kesehatan hewan sedang memberikan vitamin kepada hewan ternak di Kota Dumai awal Januari 2025. DKPP Dumai memperketat lalu lintas keluar masuk hewan ternak untuk mencegah penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) 

TRIBUNPEKANBARU.COM, DUMAI - Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terhadap hewan ternak berkuku genap atau belah seperti sapi, kerbau, domba, kambing dan lainnya, masih menjadi momok bagi peternak di sejumlah daerah termasuk di Kota Dumai.

Namun, pihak Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian  (DKPP) Kota Dumai, memastikan ‎bahwa hewan ternak berkuku genap atau belah di Kota Dumai, hingga saat ini masih aman dari PMK. 

Kepala DKPP Dumai, Mukhlis mengungkapkan bahwa hingga saat ini pihaknya ‎terus mengawasi hewan ternak, serta memperketat terhadap lalu lintas keluar masuk hewan berkuku genap atau belah  yang sangat rentan terhadap PMK.

Menurutnya ada beberapa pintu masuk yang diperketat seperti di tol, Bukit Timah, Bukit Kapur dan perbatasan dengan Bengkalis.

Dirinya menegaskan, hingga saat ini Pemerintah Kota Dumai, tidak menemukan penyebaran PMK terhadap hewan ternak berkuku dua seperti sapi, kerbau, kambing dan hewan lainnya di Kota Dumai.

"‎Berdasarkan hasil laporan  seluruh dokter hewan dan tenaga kesehatan yang turun ke lapangan untuk memonitoring hewan ternak yang ada di Kota Dumai,  tidak ditemukan hewan ternak berkuku genap atau belah yang bergejala klinis penyakit PMK," katanya, Jumat  (31/1/2025)

Untuk ‎ memastikan tidak terjadinya penyebaran penyakit PMK terhadap hewan ternak di Kota Dumai, pihaknya lebih mengintensifkan dokter hewan turun ke lapangan guna mengawasi sapi yang ada di Dumai apakah ada yang sakit dengan gejala wabah PMK, dan hewan ternak baru dari luar daerah. 

Baca juga: Cegah Wabah Penyakit Mulut dan Kuku, 1.730 Dosis Vaksin Telah Disuntikkan ke Hewan Ternak di Riau

Baca juga: Peternak di Desa Kijang Rejo Kampar Panik, Banyak Sapi Terinfeksi PMK, Kondisinya Kurus dan Lemas

Baca juga: Gawat! Penyakit Mulut dan Kuku pada Hewan Ternak di Riau Meningkat, Sebulan Tembus 60 Kasus

Mukhlis‎ menghimbau kepada peternak agar selalu waspada dan cepat tanggap terhadap hewan ternaknya, apabila ada gejala mencurigakan terhadap hewan ternak segera laporkan kepada dokter hewan, atau dinas terkait.

Terkait vaksin, Ia  menerangkan bahwa pihaknya masih menunggu jadwal penyaluran vaksin tahap pertama sekitar 500 vaksin, nantinya vaksin ini akan di suntikan ke hewan hewan ternak warga. 

"Untuk informasi sementara vaksin di Provinsi sudah datang dan masih dilakukan pendistribusian secara bertahap," imbuhnya.

Ia mengimbau jika menemukan hewan ternak sakit bisa segera melaporkan kepada petugas atau Dokter hewan agar bisa dilakukan pengobatan dan pencegahan. 

"Sebagai langkah pencegahan Kami akan memperketat lalu lintas hewan ternak dari luar daerah agar hewan yang masuk di Kota benar-benar bersih dari PMK, termasuk untuk memberikan vitamin kepada hewan ternak," pungkasnya

(Tribunpekanbaru.com/Donny Kusuma Putra)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved