Penyakit Mulut dan Kuku Hewan Ternak
30 Sapi Sembuh dari Penyakit Mulut dan Kuku, Dinas PKH Riau Genjot Vaksinasi Cegah Penyebaran PMK
Pemprov Riau melalui Dinas PKH terus melakukan upaya pengobatan terhadap hewan ternak, khususnya sapi dan kerbau yang terserang PMK.
Penulis: Syaiful Misgio | Editor: Ariestia
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) terus melakukan upaya pengobatan terhadap hewan ternak, khususnya sapi dan kerbau yang terserang Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Hingga saat ini Dinas PKH Riau sudah melakukan tindakan pengobatan kepada 68 ekor sapi yang terkena PMK.
"Alhamdulillah sudah ada 30 ekor sapi yang sembuh dari PMK," kata Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan, PKH Riau, drh Faralinda Sari, Selasa (11/02/2025).
Selain melakukan pengobatan, dinas PKH Riau juga gencar melakukan vaksinasi. Hingga saat ini total sudah ada 3.249 dosis vaksin PMK yang sudah disuntikkan ke hewan ternak sapi dan kerbau yang ada di Riau.
Fara mengatakan, progres vaksinasi paling tinggi di Kabupaten Kampar, dengan jumlah vaksin yang sudah disuntikkan mencapai 1000.
Kemudian di Indragiri Hulu sebanyak 947 dosis, Pekanbaru 573 dosis, Dumai 350 dosis, Siak 223 dosis, Inhil 60 dosis. Sisanya 96 dosis lagi di UPT Pemprov Riau.
"Selain melakukan vaksinasi, kami juga melakukan desinfeksi dan pengobatan terhadap hewan ternak yang terkena PMK," kata Fara.
Fara menjelaskan, tahun ini Provinsi Riau tahun ini mendapatkan alokasi vaksin Pmk sebanyak 53.600 dosis yang akan dikirim secara bertahap. Pada tahap awal ini, diperkirakan ada 30 ribu dosis vaksin PMK yang akan dikirim ke Riau.
"Yang sudah kita terima sudah 4.600 dosis, kemudian pada Februari ini akan dikirim kembali lebih kurang 13.000 dosis," katanya.
Pihaknya mengimbau para peternak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai penyakit yang rentan menyerang hewan ternak.
Sebab musim hujan yang disertai banjir yang terjadi di Riau saat ini membawa ancaman serius bagi peternakan. Cuaca ekstrem seperti hujan dan banjir meningkatkan risiko penyebaran PMK.
Selain PMK, penyakit lain seperti Septicaemia Epizootica atau yang dikenal sebagai sapi ngorok, serta penyakit Jembrana juga menjadi ancaman serius. Ketiga penyakit ini berpotensi meluas akibat kondisi cuaca yang tidak menentu.
Sementara untuk perkembangan kasus PMK di Riau, dari data yang dirilis Dinas PKH Riau tercatat kasus PMK di Riau sudah menyebar di 15 desa, 11 Kecamatan dan 6 Kabupaten.
Jika dilihat dari sisi kasus, paling banyak itu ada di Kabupaten Indragiri Hulu, sebanyak 26 kasus. Namun jika dilihat dari jumlah sebaran desa, paling banyak ada di Kampar dengan jumlah 4 desa yang sudah ditemukan kasus PMK.
Meski dari sisi kasus, di Kampar hanya ditemukan 4 kasus. Masing-masing di desa Kemang Indah, Tapung Lestari, Sei Simpang Dua dan Batu Belah.
| Vaksin PMK Tahap I Tuntas Disuntikkan di Dumai, Untuk Tahap II Dilaksanakan April Mendatang |
|
|---|
| Antisipasi Penyebaran PMK, DTPHP Bengkalis Pantau Lalu Lintas Hewan Ternak Antar Daerah |
|
|---|
| Wabah PMK di Riau Meluas di 6 Kabupaten, Kasus Tertinggi Ditemukan di Inhu |
|
|---|
| Sejumlah Sapi Ternak di Bengkalis Akhirnya Sembuh dari PMK |
|
|---|
| DKPP Dumai Terima 350 Dosis Vaksin PMK dari Pemerintah Pusat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/Petugas-sedang-melakukan-vaksinasi-PMK-pada-hewan-ternak-Sapi-di-Kampar.jpg)