Penyakit Mulut dan Kuku Hewan Ternak
Antisipasi Penyebaran PMK, DTPHP Bengkalis Pantau Lalu Lintas Hewan Ternak Antar Daerah
DTPHP Bengkalis terus melakukan upaya pencegahan penyakit mulut dan kuku (PMK) terhadap hewan ternak
Penulis: Muhammad Natsir | Editor: Theo Rizky
TRIBUNPEKANBARU.COM, BENGKALIS - Langkah pencegahan penyakit mulut dan kuku (PMK) terhadap hewan ternak di Kabupaten Bengkalis terus dilakukan Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perternakan (DTPHP) Bengkalis.
Satu di antaranya dengan melakukan pemantauan dan pembatasan lalu lintas hewan di wilayah Bengkalis.
Hal ini disampaikan Pejabat Fungsional Veteriner Ahli Muda DTPHP Bengkalis drh HM Maradani kepada tribunpekanbaru.com, Minggu (9/2/2025).
Menurut dia, langkah pemantauan dan pembatasan lalulintas hewan ternak dilakukan dari wilayah terdampak atau tertular PMK ke wilayah terancam ataupun bebas PMK.
Pembatasan ini merupakan satu diantara langkah pencegahan selain upaya vaksinasi yang akan dilakukan.
Untuk itu pihaknya mengimbau kepada seluruh perternak Bengkalis untuk mematuhi regulasi lalulintas hewan untuk membantu meminimalisir hewan ternak terdampak PMK.
Mardani mengatakan, pelaksanaan lalulintas hewan harus dilaksanakan sesuai dengan link lalulintas hewan yang sudah ditetapkan.
Sudah ada regulasi yang mengatur untuk lalulintas hewan ternak ini baik dari regulasi tingkat kabupaten maupun provinsi.
"Untuk di sumatera saat ini sebenarnya sudah masuk wilayah terdampak, yang kita lakukan pembatasan saat ini dari unit wilayah terkecil yakni desa. Kita pastikan tidak ada lalulintas hewan ternak dari wilayah desa terdampak ke desa yang masih bebas PMK," jelas Mardani.
Mardani mengatakan, untuk Bengkalis sudah ada dua desa terdampak PMK ataupun daerah yang ditemukan PMK, yakni Desa Harapan Baru dan Kelurahan Tualang Mandi Kecamatan Mandau.
Untuk itu pihaknya mewaspadai lalu lintas hewan dari wilayah tersebut ke wilayah terdekat.
Mardani menambahkan, dalam waktu dekat juga akan dilakukan vaksinasi terhadap hewan ternak di wilayah terdampak ini.
Selain wilayah terdampak vaksinasi juga akan dilakukan diwilayah yang berdekatan.
Baca juga: Wabah PMK di Riau Meluas di 6 Kabupaten, Kasus Tertinggi Ditemukan di Inhu
Baca juga: DTPHP Bengkalis Tunggu 1.500 dosis Vaksin PMK Sampai, Akan di Salurkan di Desa terdampak
"Terkait vaksin saat ini sedang dalam perjalanan dari Jakarta, sekitar 1.500 vaksin yang diperuntukkan untuk Bengkalis nantinya. Kita akan fokus melakukan vaksinasi di wilayah terdampak terlebih dahulu dan wilayah terdekat dengan desa yang terdampak," tandasnya.
Untuk diketahui, sejak awal tahun 2025 ini Kasus PMK terhadap hewan ternak sudah ditemukan di Bengkalis.
| Vaksin PMK Tahap I Tuntas Disuntikkan di Dumai, Untuk Tahap II Dilaksanakan April Mendatang |
|
|---|
| 30 Sapi Sembuh dari Penyakit Mulut dan Kuku, Dinas PKH Riau Genjot Vaksinasi Cegah Penyebaran PMK |
|
|---|
| Wabah PMK di Riau Meluas di 6 Kabupaten, Kasus Tertinggi Ditemukan di Inhu |
|
|---|
| Sejumlah Sapi Ternak di Bengkalis Akhirnya Sembuh dari PMK |
|
|---|
| DKPP Dumai Terima 350 Dosis Vaksin PMK dari Pemerintah Pusat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/drh-H-M-Mardani-saat-memberikan-keterangan-kepada-wartawan.jpg)