Berita Regional
POTRET Pelabuhan Setengah Triliun di Kendal Hanya Jadi Tempat Memancing Warga
Yang terlihat justru puluhan warga lokal duduk santai sambil menunggu kail pancing mereka disambar ikan.
TRIBUNPEKANBARU.COM - Sungguh ironis, pelabuhan Kendal yang pembangunannya menelan biaya lebih dari setengah triliun rupiah kini justru lebih sering dimanfaatkan warga setempat untuk memancing dan menikmati pemandangan senja.
Pelabuhan yang berlokasi di Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah ini memang mengalami penurunan aktivitas yang signifikan sejak Oktober 2024.
Saat tim Kompas.com mengunjungi pelabuhan pada Senin sore, 14 April 2025, terlihat jelas suasana sepi tanpa adanya kegiatan bongkar-muat yang seharusnya menjadi pemandangan lazim di sebuah pelabuhan.
Yang terlihat justru puluhan warga lokal duduk santai sambil menunggu kail pancing mereka disambar ikan.
Tidak ada kesibukan berarti kecuali beberapa bus besar terparkir di halaman, serta suara canda beberapa pekerja Korea dari Kawasan Industri Kendal yang lokasinya berdampingan dengan pelabuhan ini.
Pemandangan halaman pelabuhan juga tidak menggambarkan kemegahan sebuah proyek bernilai Rp 567 miliar ini.
Baca juga: 5 Fakta Bang Jago Mabuk Pukul Mobil Warga di Jalanan Pekanbaru Pakai Pisau, Berakhir Dibalik Jeruji
Baca juga: 2 Motor Tabrak Truk Sehari, 1 Orang Tewas, Polres Kampar Ingatkan Sanksi Parkir di Bahu Jalan
Rumput liar tumbuh tak terkendali di beberapa sudut, taman-taman kecil dipenuhi ranting kering dan barang-barang rusak yang dibiarkan begitu saja.
Gedung perkantoran pelabuhan terlihat tak terurus, bahkan sebagian besar ruang kerja telah kosong karena tidak adanya aktivitas operasional kapal.
Eko Sulis, salah satu pegawai Sahbandar dari Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah yang masih bertahan di lokasi, menuturkan bahwa aktivitas pelabuhan mulai terhenti sejak kapal KMP Kalibodri tidak bisa lagi bersandar di dermaga akibat pendangkalan yang cukup parah.
"Lebaran tahun lalu kapal masih beroperasi, tapi tahun ini sama sekali sudah tidak ada aktivitas kapal," ujarnya, Senin.
Kondisi itu juga dibenarkan oleh Sobirin, penjaga pintu masuk pelabuhan. Ia mengaku, kini pelabuhan lebih ramai didatangi warga yang ingin memancing atau sekadar menikmati matahari terbenam.
"Kebanyakan yang datang memang buat mancing. Kalau pasangan muda-mudi ya paling duduk-duduk melihat laut saja," ujar Sobirin.
Padahal, menurut catatan Kementerian Perhubungan, pelabuhan ini awalnya dirancang sebagai pelabuhan pengumpan regional yang akan mendukung aktivitas ekonomi di sekitar Kendal dan Semarang, terutama Kawasan Industri Kendal.
Dibuka sejak Februari 2016 dengan luas lahan 63 hektar, pelabuhan ini memiliki dermaga multipurpose sepanjang 218 meter yang diresmikan penggunaannya pada tahun 2019.
Namun, harapan besar itu kini tampaknya harus tertunda akibat persoalan teknis seperti pendangkalan yang belum tertangani hingga saat ini. Kapal penumpang yang semula rutin melayani rute Kendal-Kumai pun kini berhenti beroperasi.
Sementara menunggu solusi dari pemerintah, pelabuhan yang dibangun dengan anggaran besar ini untuk sementara beralih fungsi.
Warga sekitar tampaknya tidak begitu ambil pusing dengan kondisi tersebut, mereka menikmati fasilitas itu dengan cara sederhana: memancing ikan sambil menanti sunset di Pelabuhan Kendal.
| Detik-detik Mobil Dapur MBG Hantam Deretan Lapak UMKM di Bekasi, Pedagang Jadi Korban |
|
|---|
| Kecelakaan Kereta Api Terjadi Lagi, KA Argo Bromo Anggrek Tabrak Mobil Pengantar Jemaah Haji |
|
|---|
| Misteri Penemuan Mayat Berkalung Terapung di Laut, Pihak RS: Tak Ada Lagi Organ Dalam |
|
|---|
| Rekam Jejak Ismail A Jalil, Bupati yang Sindir Prabowo dan Gibran: Pusat Tutup Mata |
|
|---|
| Fakta Baru Mahasiswi UMM Dibunuh Polisi Pangkat Bripka, Diduga Bayar Teman Masa Kecil |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/setengah-triliun.jpg)