Minggu, 26 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Kasus DBD di Riau

Payung Sekaki Kecamatan Terbanyak Kasus DBD di Kota Pekanbaru

Masyarakat Kota Pekanbaru mesti mewaspadai ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD).

Penulis: Fernando | Editor: Theo Rizky
Tribunpekanbaru.com/Fernando Sikumbang
FOGGING - Petugas melakukan fogging atau pengasapan terhadap sekitar rumah beberapa waktu lalu. Kecamataan Payung Sekaki menjadi wilayah paling tinggi kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Pekanbaru. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kecamataan Payung Sekaki menjadi wilayah paling tinggi kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Pekanbaru.

Kasus DBD di wilayah itu selama hampir tiga bulan ini mencapai 48 kasus.

Masyarakat Kota Pekanbaru mesti mewaspadai ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD).

Apalagi dalam kondisi cuaca peralihan panas dan hujan seperti saat ini.

"Kami imbau warga untuk waspadai ancaman DBD dengan kondisi peralihan cuaca," ungkap Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Fira Setiyanti kepada Tribunpekanbaru.com, Kamis (8/5/2025).

Baca juga: Video: Tutorial Membuat Alat Fogging Murah dan Efektif dari Kadiskes Riau, Bikinnya Gampang

Menurutnya, kasus DBD selama hampir tiga bulan ini pada tahun 2025 mencapai 393 kasus.

Kasus ini tercatat di 15 kecamatan yang ada di Kota Pekanbaru.

Fira memastikan tidak ada lagi pasien DBD yang sedang menjalani perawatan medis di rumah sakit.

Ada juga satu pasien meninggal dunia pasca terjangkit DBD.

"Pasien yang meninggal dunia ternyata memiliki  komorbid atau penyakit penyerta saat terjangkit DBD," terangnya.

Baca juga: Pekan Pertama Mei 2 Kasus, Segini Jumlah Penderita DBD yang Meninggal di Kampar sejak Awal 2025

Fira menjelaskan bahwa kondisi pasien yang terjangkit DBD akhirnya meninggal dunia karena mengalami obesitas.

Ia mengingatkan masyarakat agar mewaspadai ancaman DBD dengan tetap menjaga lingkungan tetap bersih.

Dirinya menambahkan bahwa Kota Pekanbaru adalah daerah yang endemis.

Ia menyebut kondisi ini membuat setiap tahunnya ada kasus DBD di Kota Pekanbaru.

"Setiap tahun ada kasus DBD, faktor cuaca dan kebersihan lingkungan keduanya mempengaruhi," paparnya.

(Tribunpekanbaru.com/ Fernando Sikumbang) 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved