Jumat, 10 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Mata Lokal Fest 2025

100 Sejarawan Dilibatkan Dalam Penulisan Ulang Sejarah Indonesia

Sebanyak 100 sejarawan atau ahli sejarah dilibatkan untuk merumuskan penulisan ulang sejarah Indonesia.

Editor: M Iqbal
Tribunnews/Jeprima
FADLI ZON - Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon memberikan kata sambutan pada acara Mata Lokal Fest 2025 di Hotel Shangrila, Jakarta Selatan, Kamis (8/5/2025). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, JAKARTA - Sebanyak 100 sejarawan atau ahli sejarah dilibatkan untuk merumuskan penulisan ulang sejarah Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat menghadiri acara Mata Lokal Fest 2025 yang diadakan Tribun Network, di Hotel Shangrila, Jakarta, Kamis (8/5/2025).

Fadli menyebutkan 100 ahli yang akan merumuskan penulisan ulang sejarah Indonesia itu berasal dari berbagai universitas.

"Banyak, dari kampus-kampus negeri, kampus swasta. Dari seluruh, puluhan kampus sekiranya," kata Fadli Zon.

Saat ini diakuinya bahwa sejarawan sedang bekerja merumuskannya.

Istilah dijajah selama 350 tahun akan dicoba untuk dihilangkan dalam penulisan ulang sejarah Indonesia.

"Ya, mereka (sejarawan) sedang bekerja. Saya juga belum tahu," kata Fadli.

Saat ditanya apakah ada pesan khusus dari Presiden Prabowo Subianto terkait proyek ini, Fadli membantahnya.

Pemerintah, dikatakan Fadli, menyerahkan semuanya kepada sejarawan.

 "Untuk menilai, untuk melihat, untuk menulis. Tapi kan kita tidak berangkat dari nol, kita berangkat dari yang sudah ada. Dari sejarah nasional Indonesia yang dulu pernah dibuat tahun 1984, Indonesia dalam arus sejarah di tahun 2012. Itu jadi bahan kita tentu," kata dia.

Jika nanti penulisan ulang ini diresmikan, Fadli akan berkoordinasi dengan sektor pendidikan agar ini dijadikan bahan ajar.

"iya ini adalah sejarah resmi kita. Formal history kita," ujarnya.

Fadli Zon juga sempat menjelaskan soal penulisan ulang sejarah Indonesia yang akan diungkap pada Agustus 2025 atau tepat pada HUT ke-80 RI.

Menurutnya, angka 80 tepat untuk dijadikan titimangsa karena merupakan angka yang bagus.

"Kita harus syukuri 80 tahun ini kan 8 dasawarsa," kata Fadli.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved