Membangun Peradaban dengan Pelestarian Hutan, Tantangan Inovasi dan Peran APRIL Group
'Kita harus menyadari bahwa setiap tarikan napas yang kita hirup, setiap suapan makanan yang kita makan berasal dari alam.'
Kelangsungan hutan penting artinya untuk membangun peradaban di masa depan, di mana manusia bisa hidup harmonis dengan alam. Untuk itu langkah nyata perlu dilaksanakan dari sekarang.
Seperti yang dikatakan Presiden ke-6 Republik Indonesia saat hadir di Kampus ITB Ganesha dalam rangka penganugerahan gelar Doktor Kehormatan (Honoris Causa) oleh ITB di bidang Pembangunan Berkelanjutan.
Dalam sidang terbuka tersebut, Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan pidato ilmiah dengan judul "Kontribusi Sains dan Teknologi terhadap Ekonomi Hijau dan Pembangunan Berkelanjutan".
"Cukup lama kita menganut azas dan prinsip pembangunan yang berbunyi pembangunan yang berorientasi pada manusia atau human centered development. Azas ini juga harus kita perbaiki dan tinjau kembali. Menurut saya harus dilengkapi menjadi pembangunan yang berorientasi pada manusia dan sekaligus lingkungan. Kita bisa melengkapinya dengan human centered, environmentally sensitive development," jelasnya.
Kolaborasi Semua Pihak
Strategi untuk menciptakan hutan yang berkelanjutan, yang sejalan dengan pemberdayaan dan peningkatan ekonomi masyarakat, dilakukan melalui kolaborasi semua pihak, dari pemerintah, masyarakat hingga sektor swasta.
Pemerintah punya tanggung jawab melakukan perlindungan hutan dari berbagai ancaman dengan membuat peraturan, sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga hutan.
Masyarakat memiliki kewajiban mendukung praktik keberlanjutan. Sedangkan perusahaan pun punya tanggung jawab untuk ikut menjaga kelestarian lingkungan, terutama di area tempatnya beroperasi.
Hal yang bisa dilakukan seperti mencegah kebakaran lahan, restorasi dan melakukan inovasi yang bertujuan mendukung ekologi. Serta meningkatkan sumber daya manusia melalui pemanfaatan hasil hutan secara bertanggunjawab.
Di Riau, perusahaan besar seperti Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) yang tergabung dalam APRIL Group, serta Asia Pacific Rayon (APR) turut melaksanakan tanggung jawab tersebut.
Restorasi dan Kebijakan Pengelolaan Hutan Berkelanjutan (SFMP 2.0)
Mendukung agenda nasional FOLU Net Sink 2030, APRIL Group pada November 2020 telah mencanangkan visi APRIL2030 untuk menjadi perusahaan berkelanjutan pada 2030. Komitmen ini mengusung empat pilar utama, yaitu Iklim Positif, Lanskap yang Berkembang, Kemajuan Inklusif, dan Pertumbuhan Berkelanjutan.
Namun sebelum itu, APRIL Group telah menginisiasi program kolaboratif antara sektor swasta dan publik yaitu Restorasi Ekosistem Riau (RER) pada tahun 2013.
RER merupakan proyek restorasi rawa gambut utuh terbesar di Asia Tenggara. Cakupannya area seluas 150.000 hektare dalam kawasan Semenanjung Kampar dan Pulau Padang, Provinsi Riau.

Tujuan program ini untuk melindungi dan memulihkan hutan rawa gambut yang terdegradasi, termasuk keanekaragaman hayati di dalam Kawasan tersebut.
sustainability
keberlanjutan
Ekonomi Hijau
April Group
Satu Dekade SFMP 2.0
Refleksi 5 Tahun APRIL2030
RAPP
Asia Pacific Rayon (APR)
COP26
Bioekonomi
APR Raih Penghargaan Industri Hijau 2025 dari Kementerian Perindustrian |
![]() |
---|
APRIL Hadirkan Dukungan Nyata di Festival Pacu Jalur Nasional 2025 |
![]() |
---|
RAPP Raih Investment Award 2025 pada Ajang Riau Investment Forum |
![]() |
---|
Lomba Foto Pacu Jalur 2025: RAPP Ajak Masyarakat Ikut Lestarikan Budaya Riau |
![]() |
---|
Semarak HUT RI ke-80 di APRIL, Momentum Meneguhkan Persatuan dan Semangat Kebangsaan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.