Membangun Peradaban dengan Pelestarian Hutan, Tantangan Inovasi dan Peran APRIL Group

'Kita harus menyadari bahwa setiap tarikan napas yang kita hirup, setiap suapan makanan yang kita makan berasal dari alam.'

|
Penulis: Ariestia | Editor: Ariestia
Foto/Dok APRIL Group
RER - Restorasi Ekosistem Riau (RER) adalah proyek kolaborasi antara sektor swasta dan sektor public dalam upaya restorasi dan konservasi ekologis area hutan gambut pada Semenanjung Kampar dan Pulau Padang, Riau. Berbagai inovasi dan terobosan perlu dilakukan guna memastikan sektor kehutanan tetap berkelanjutan untuk menjaga keseimbangan alam di masa depan. 

Kemudian, implementasi kebijakan Pengelolaan Hutan Berkelanjutan atau SFMP 2.0 sejak 2015, APRIL Group menerapkan "1-for-1." Artinya 1 hektare (ha) lahan hutan yang dikelola untuk produksi akan direstorasi dengan luasan yang sama. 

Hingga sekarang, inisiatif konservasi dan restorasi yang dilakukan perusahaan telah mencapai total 361.000 hektare, setara dengan 80 persen dari total luas hutan produksi APRIL saat ini. 

Sejak peluncuran APRIL2030 lima tahun lalu, APRIL Group juga telah memperkuat komitmen terhadap restorasi dan konservasi melalui skema pendanaan "1 Dollar per Ton." Skema ini mengalokasikan 1 dolar dari setiap ton produksi hutan tanaman industri (HTI) guna mendanai upaya restorasi dan konservasi hingga 2030. 

Komitmen keberlanjutan tersebut juga berlaku bagi semua pemasok kayu untuk APRIL. Pemasok harus sudah tersertifikasi dan telah melalui proses audit. Standar ketat ini untuk memastikan bahwa semua kayu berasal dari sumber yang legal dan bahwa mereka mematuhi peraturan dan bersertifikat.

PaperOne, produk kertas dari APRIL Group bahkan bersertifikat PEFC yang memastikan bahwa produk ini berasal dari perkebunan yang dikelola secara berkelanjutan.

APRIL juga telah memulai proyek percontohan konservasi berbasis masyarakat melalui kemitraan dengan lima desa di lahan gambut, berbekal cerita sukses Program Desa Bebas Api (FFVP). 

Luas wilayah konservasi berkisar antara 1.000-5.000 hektar. Proyek tersebut juga memberikan kesempatan dalam menciptakan mata pencarian guna memastikan kelayakan ekonomi dan mengurangi tekanan pada lanskap.

Biokenomi dan Kampanye Keberlanjutan

Grup APRIL dan sister company-nya APR bekerja sama dengan pemerintah dan masyarakat untuk membangun dan mendukung ekosistem bisnis lokal para operator dan kontraktor. Tujuannya untuk memberdayakan desa melalui penciptaan lapangan kerja dan peluang bisnis yang dapat tumbuh secara berkelanjutan. 

Di antara bentuk kerjasama, perusahaan menyediakan pelatihan kewirausahaan, mendukung pelatihan kejuruan khusus dan berbagai program untuk usaha-usaha kecil. Selain itu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menggunakan produk yang ramah lingkungan.

Seperti yang dilakukan APR, mengkampanyekan penggunaan pakaian dari viscose rayon yang bahan bakunya serat kayu. Bahan ramah lingkungan ini mudah terurai sehingga mengurangi kekhawatiran menumpuknya limbah fashion.

APR juga berkolaborasi dengan masyarakat dalam kampanye ini, dengan membina para pembatik lokal untuk menggunakan kain berbahan viscose. Upaya tersebut sekaligus bertujuan meningkatkan pendapatan rumah tangga dengan sistem bioekonomi, atau pemanfaatan sumber daya alam hayati berkelanjutan.

Langkah lain adalah memberikan pelatihan melalui workshop pada masyarakat. 

Pada Desember 2024, Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya melakukan kunjungan ke APR di Pelalawan dan Siak, Provinsi Riau dalam  upaya mendukung pengembangan ekonomi desa kreatif.

“Ini adalah wujud sinergi heksa-helix, di mana pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, asosiasi, dan lembaga keuangan bersatu untuk mengembangkan ekonomi kreatif di desa. Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi model bagi daerah lain di Indonesia,” ungkapnya.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved