Membangun Peradaban dengan Pelestarian Hutan, Tantangan Inovasi dan Peran APRIL Group

'Kita harus menyadari bahwa setiap tarikan napas yang kita hirup, setiap suapan makanan yang kita makan berasal dari alam.'

|
Penulis: Ariestia | Editor: Ariestia
Foto/Dok APRIL Group
RER - Restorasi Ekosistem Riau (RER) adalah proyek kolaborasi antara sektor swasta dan sektor public dalam upaya restorasi dan konservasi ekologis area hutan gambut pada Semenanjung Kampar dan Pulau Padang, Riau. Berbagai inovasi dan terobosan perlu dilakukan guna memastikan sektor kehutanan tetap berkelanjutan untuk menjaga keseimbangan alam di masa depan. 

Bupati Pelalawan, H Zukri turut mengapresiasi kunjungan yang dilakukan oleh Menteri Ekonomi Kreatif ke Kabupaten Pelalawan.

Workshop ini melibatkan 30 pelaku usaha dengan tujuan meningkatkan kapasitas pengelolaan usaha, sekaligus membuka peluang pengembangan bisnis yang lebih luas kepada para pelaku ekonomi kreatif binaan APR dan APRIL. 

Kolaborasi tersebut sejalan dengan visi keberlanjutan APR melalui pilar Pertumbuhan Inklusif dalam komitmen APR 2030. 

Yusmaini, owner dari Rumah Batik Yus Pelalawan adalah satu di antara peserta yang menerima manfaat dari kegiatan workshop. 

"Terima kasih kepada APR dan APRIL yang terus melakukan pembinaan berkala dan berkelanjutan kepada kami sebagai mitra bina. Kami benar-benar senang, setiap kami mendapatkan pelatihan, kami memperoleh ilmu baru, yang mana hal ini berdampak baik bagi usaha yang tengah kami kembangkan," ucap Yusmaini.

Sementara itu, dikutip laman resmi APRIL, Lucita Jasmin, Direktur Sustainability & External Affairs, APRIL Group, mengatakan melalui kemitraan dengan SMERU, APRIL Group telah menyelesaikan analisis awal untuk mengatasi kemiskinan dan meningkatkan gizi untuk mengurangi stunting pada anak-anak. Social Monitoring and Early Response Unit (SMERU) merupakan lembaga independen yang berfokus pada studi kemiskinan dan kebijakan publik.

APRIL juga bekerja sama dengan kewirausahaan sosial, Tani Foundation untuk melaksanakan prakarsa peningkatan kemampuan dengan menghubungkan petani nanas ke platform digital Tanihub dan menyediakan cara bagi petani untuk menjual produk mereka secara online.

Inovasi, Terobosan untuk Keberlanjutan

Berbagai inovasi perlu dilakukan guna memastikan sektor kehutanan tetap berkelanjutan untuk menjaga keseimbangan alam di masa depan. 

Di Pangkalan Kerinci, Provinsi Riau, terdapat fasilitas laboratorium kultur jaringan yang dikenal sebagai Kerinci Tissue Culture Lab (KTC) yang diinisiasi pada 2019 oleh produsen kertas PaperOne, APRIL Group.

Laboratorium KTC menyimpan keragaman genetik dua spesies pohon di HTI yang dikelola oleh APRIL, yaitu Eucalyptus dan Acacia Crassicarpa.  

Laboratorium seluas 3.200 meter persegi ini mampu memproduksi sekitar 1.000 bibit per hari atau 50 juta bibit per tahun. Dengan fasilitas ini APRIL Group mencetak sejarah baru dengan memperkenalkan HTI Acacia Crassicarpa hasil kloning pertama di dunia pada 2023. 

Teknologi kloning pohon ini memungkinkan APRIL menghasilkan pohon yang lebih cepat tumbuh, tahan terhadap hama, dan adaptif terhadap berbagai kondisi lingkungan. Teknik budidaya tanaman ini mendukung peningkatan jumlah produksi tanaman baru secara lebih efektif dan efisien dalam hal kuantitas, pemakaian lahan, sekaligus menjaga keragaman genetik yang sangat penting bagi keberlanjutan sumber daya alam. 

Grup APRIL juga bekerja sama dengan masyarakat untuk membina dan mendukung penghidupan masyarakat dan (pengelolaan) area Hutan Tanaman Rakyat (HTR).

Terobosan lainnya, APRIL Group menerapkan model ‘Ring Plantations’ (penanaman melingkar/cincin) sebagai cara untuk melindungi hutan konservasi dari perambahan dan degradasi. 

Hutan tanaman akasia yang produktif didirikan di sepanjang pinggiran konsesi, menciptakan zona buffer atau penahan yang membantu mengonservasi area gambut di bagian inti. 

Hutan tanaman yang menerapkan model ini menurunkan kemungkinan terjadinya pembalakan liar dan perambahan manusia.

Pendekatan model Ring Plantations memungkinkan penghasilan ekonomi serta membuka kesempatan kerja untuk mendukung penghidupan masyarakat setempat. Pendekatan ini turut berupaya mencapai keseimbangan antara hutan tanaman yang terbarukan, konservasi dan perlindungan alam.

APRIL juga berkomitmen mengembangkan ilmu pengetahuan lahan gambut tropis. Komitmen ini ditunjukkan dengan riset dan kolaborasi dengan ilmuwan dan akademisi nasional dan internasional serta pemangku kepentingan. 

Di antara pencapaian terbarunya adalah publikasi riset ilmiah di jurnal bergengsi, Nature. Pada jurnal ini, tim riset lahan gambut APRIL Group bersama ilmuwan internasional memublikasikan dampak perubahan penggunaan lahan terhadap aliran gas rumah kaca (GRK) di lahan gambut tropis Sumatera. 

Selain itu sebagai bagian program RER, APRIL telah menyelesaikan pembangunan Eco-Research Camp di Semenanjung Kampar untuk mendukung kemajuan penelitian lahan gambut tropis pada 2021. Eco-Camp telah mulai beroperasi, termasuk laboratorium untuk mendukung penelitian lahan gambut.

Gaya Hidup Berkelanjutan di Riau Kompleks

Poin penting dalam pembangunan peradaban masa depan berkelanjutan adalah membentuk gaya hidup masyarakat yang peduli lingkungan. APRIL Group dan APR telah memulainya dengan keberadaan Riau Kompleks yang berwawasan lingkungan. 

Kawasan Riau Kompleks, rumah bagi ribuan karyawan, menjelma menjadi Green Complex yang berkontribusi bagi bumi yang lebih bersih, sesuai misi APRIL2030 yang terdiri dari empat komitmen dengan 18 target. 

Di antara langkah yang dilakukan adalah mendorong karyawan menggunakan sepeda motor listrik, penggunaan bus listrik, pembangunan panel surya dan kampanye pengurangan plastik di lingkungan Riau Kompleks.

APRIL Group menjadi perusahaan Indonesia pertama yang membeli dua bus listrik bagi karyawannya untuk mobilisasi di lingkungan kerja.

Selain itu di Riau Kompleks terdapat panel surya berdaya 20 MW. Ini merupakan satu di antara instalasi panel surya terbesar oleh perusahaan swasta di Indonesia. 

Upaya yang telah dilakukan APRIL Group hingga 2025 dalam menjaga keberlanjutan di wilayah operasionalnya merupakan Refleksi 5 Tahun APRIL2030 dalam mendukung pemerintah Indonesia untuk mencapai target iklim dan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Serta menandai konsistensi dalam mewujudkan Satu Dekade SFMP 2.0.

(Tribunpekanbaru.com/Ariestia)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved