Berita Regional
Teriak Histeris Nenek Samidah, Anak dan 4 Cucunya Terkapar di Rumah, Dibunuh Orang Terdekat
Histerisnya nenek Samidah di Aceh Tenggara, anak dan 4 cucunya tewas dibunuh oleh seseorang yang masih memiliki ikatan saudara.
TRIBUNPEKANBARU.COM - Tragedi pembunuhan berantai telah merenggut lima nyawa dari satu keluarga.
Nenek Samidah di Aceh Tenggara sampai teriak histeris saat tahu anak dan 4 cucunya tewas dibunuh oleh seseorang yang masih memiliki ikatan saudara.
Pelaku juga merupakan cucunya sendiri, Samidah pun semakin menjadi saat mengingat kebaikannya kepada pelaku.
Selama ini Samidah kerap memberikan pelaku makan dan menyediakan tempat untuk pelaku beristirahat.
Samidah pun pilu mengingat kesadisan pelaku.
Diceritakan, pada saat itu dia sepulang dari kebun mengambil daun pisang terkejut melihat cucunya Laura dan Fajri tergeletak bersimbah darah di rumahnya.
Kemudian, dia juga mendengar informasi anak kandungnya Nayyan Basri dan anak Nayyan Basri yakni Dayat juga dihabisi tersangka.
Ibu pelaku adalah kakak Nayyan Basri.
"Saya cukup sedih melihat empat orang cucu dan satu anak kandung saya jadi korban brutal pembunuhan yang dilakukan cucunya sendiri. Seorang tetangga jadi sasaran tersangka. Namun, masih selamat dan dirawat di RSUD Sahuddin Kutacane," ujarnya sambil menangis.
Menurutnya, selama ini P setiap turun dari gunung makan dan mengisi daya ponsel dan baterai senter di rumahnya.
Menurut Samidah, tak pernah ada masalah keluarga mereka dengan cucunya.
"Terkejut sekali melihat tersangka tega menghabisi nyawa anak dan 4 cucunya. Tak sanggup saya menceritakan pak," katanya dengan nada sedih.
Identitas Korban
Kasus pembunuhan berantai terjadi di Desa Uning Sigurgur, Kecamatan Babul Rahmah, Aceh Tenggara, Aceh pada Senin (16/6/2025) lalu.
Seorang pria berinisial P (25) membacok enam orang dan langsung melarikan diri.
| Kecelakaan Kereta Api Terjadi Lagi, KA Argo Bromo Anggrek Tabrak Mobil Pengantar Jemaah Haji |
|
|---|
| Misteri Penemuan Mayat Berkalung Terapung di Laut, Pihak RS: Tak Ada Lagi Organ Dalam |
|
|---|
| Rekam Jejak Ismail A Jalil, Bupati yang Sindir Prabowo dan Gibran: Pusat Tutup Mata |
|
|---|
| Fakta Baru Mahasiswi UMM Dibunuh Polisi Pangkat Bripka, Diduga Bayar Teman Masa Kecil |
|
|---|
| Nasib Oknum Polisi yang Bunuh Mahasiswi ULM Zahra Dilla, Sanksi PTDH |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/Pembacokan-Berantai-di-Aceh-Tenggara.jpg)