Karhutla di Riau
Karhutla Masih Terjadi di Riau, Kualitas Udara di Kampar Masih Aman
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kampar, Yuricho Efril menyebutkan, kualitas udara masih aman berdasarkan ISPU
Penulis: Fernando Sihombing | Editor: Sesri
TRIBUNPEKANBARU.COM, KAMPAR - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kampar kian marak.
Tetapi kualitas udara di Kampar masih tergolong aman pada Minggu (20/7/2025).
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kampar, Yuricho Efril menyebutkan, kualitas udara masih aman berdasarkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU).
"Kalau dari alat pengukur ISPU, kualitas udara masih kategori sedang atau masih aman," katanya kepada Tribunpekanbaru.com, Minggu siang.
Aman yang dimaksud, tingkat kualitas udara masih dapat diterima pada kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan.
Baca juga: Beberapa Karhutla Baru dalam Sehari di Kampar Riau, Peralatan Tak Cukup Padamkan Semua
Baca juga: Kualitas Udara Pekanbaru Tidak Sehat Akibat Karhutla, Waspada Partikel Berbahaya Ancam Kesehatan
Meski begitu, ia memberi catatan. Bagi kelompok umum, masih dapat beraktivitas di luar."Bagi kelompok yang sensitif, kurangi aktivitas fisik yang terlalu lama atau berat," katanya.
Ia mengatakan, ISPU Sedang dengan nilai PM2.5 sebesar 73. Angka ini melewati angka batas atas kategori Baik.
PM2.5 paling besar dari parameter lainnya yang masih kategori Baik. Antara lain, Nitrogen Dioksida (NO2) sebesar 49, PM10 sebesar 41, Sulfur Dioksida (SO2) 12, Karbon Monoksida (CO) 10, dan Ozon (O3) 3.
Merujuk referensi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), PM2.5 adalah partikel udara yang berukuran lebih kecil dari atau sama dengan 2,5 mikrometer (µm).
Pengukuran konsentrasi PM2.5 menggunakan metode penyinaran sinar beta (Beta Attenuation Monitoring) dengan satuan mikrogram per meter kubik (µg/m3).
Particulate Matter dapat berasal dari sumber alami maupun buatan manusia. Sumber alami terdiri dari abu vulkanik, kebakaran hutan, debu tanah, dan serpihan laut.
Sedangkan dari buatan manusia atau sumber antropogenik terdiri dari emisi kendaraan bermotor, pembakaran biomassa, industri, dan kegiatan domestik seperti pembakaran sampah.
BMKG menyatakan batas konsentrasi PM2.5 yang diperbolehkan berada dalam udara ambien yakni 0-15 µg/m3 untuk kategori Baik dan 16-65 µg/m3 untuk kategori Sedang.
Belum Ada Lonjakan Kasus Infeksi Saluran Pernafasan Akibat Asap Karhutla
Dinas Kesehatan Kampar belum menemukan lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) dampak asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
| 35 Ton Garam Disemai, OMC Terus Digencarkan Meski Karhutla di Riau Sudah Nihil |
|
|---|
| Operasi Modifikasi Cuaca Dilakukan di Dumai–Rupat, Namun Awan Potensial Masih Minim |
|
|---|
| Pemadaman Karhutla di Desa Palkun Bengkalis Terkendala Air Minim dan Angin Kencang |
|
|---|
| Manggala Agni Konsentrasi Kendalikan Karhutla di Empat Desa Bengkalis |
|
|---|
| Hujan Deras Melanda Sejumlah Wilayah Rohil, Titik Api Mulai Padam |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/ebakaran-hutan-dan-lahan-Karhutla-terjadi-di-Dusun-Rantau-Desa-Merangin.jpg)