Karhutla di Siak
Kabut Asap Selimuti Siak, Warga Cemas Terpapar ISPA
Asap tebal mulai menyelimuti Kabupaten Siak Riau, dampak Karhutla yang terjadi di dua kecamatan.
Penulis: Mayonal Putra | Editor: Theo Rizky
TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Kabut asap mulai menyelimuti sejumlah kawasan di Kabupaten Siak, Provinsi Riau, menyusul kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di dua kecamatan, Kamis (247/2025).
Asap tebal tampak menggantung rendah di udara, memutihkan pandangan dan memicu kekhawatiran warga akan dampaknya terhadap kesehatan.
Pemandangan di pagi hari terlihat buram.
Kabut asap pekat mulai menyusup hingga ke kawasan permukiman, perkantoran, bahkan sekolah.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), terutama di kalangan anak-anak dan Lansia yang lebih rentan terhadap paparan udara kotor.
Baca juga: Damkar BPBD Siak Fokus Padamkan Karhutla di Kecamatan Rawan, Termasuk Area PT BMI
Rosnela, warga Kelurahan Kampung Rempak, mengaku mulai terganggu dengan keberadaan asap yang makin menebal.
“Kalau pagi-pagi sudah terasa sesak. Mata juga perih. Kami sekeluarga terpaksa pakai masker kalau harus keluar rumah,” kata Rosnela saat ditemui di halaman rumahnya.
Menurut Rosnela, asap sudah mulai tercium sejak dua hari terakhir, namun pagi ini terasa jauh lebih pekat.
Ia mengaku cemas jika kondisi ini terus berlanjut.
“Kami takut anak-anak sakit. Di rumah saya sudah sediakan obat batuk dan minyak kayu putih, tapi tetap khawatir,” tambahnya.
Kekhawatiran Rosnela dan warga lainnya bukan tanpa alasan.
Baca juga: Masuki Hari ke-3, Karhutla 25 Ha di Siak Hulu Kampar Riau Belum Padam Total
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Siak melaporkan dua titik kebakaran lahan di Kecamatan Kandis dan Sungai Apit, yang menjadi sumber utama munculnya kabut asap di wilayah Siak dan sekitarnya.
Di Kecamatan Kandis, kebakaran terjadi di Kampung Libo, Dusun Libo Timur, sejak beberapa hari lalu.
Pemadaman masih berlangsung di sana.
Lahan yang terbakar berupa kebun sawit di atas tanah gambut seluas 0,5 hektare.
Pemadaman dilakukan oleh tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Satpol PP, perusahaan, dan masyarakat.
Sementara itu, di Kecamatan Sungai Apit, api melalap sekitar 1,5 hektare lahan semak dan sawit di Kampung Penyengat.
Hingga malam hari, proses pemadaman dan pendinginan masih dilakukan untuk mencegah api kembali menyala.
Baca juga: Dahsyatnya Kabut Asap Akibat Karhutla di Rohil Riau, Jarak Pandang Hanya 20 Meter
Pemilik lahan belum diketahui, dan penyebab kebakaran masih diselidiki aparat kepolisian.
BPBD Siak mencatat sumber air di kedua lokasi relatif cukup untuk pemadaman.
Namun tantangan terbesar justru datang dari kondisi cuaca yang kering dan angin yang berembus kencang, sehingga asap dengan mudah menyebar ke berbagai wilayah, termasuk pusat kota Siak.
Hingga Kamis ini, Kepala Pelaksana BPBD Siak Arif Hamidi melaporkan sedikitnya dua titik panas (firespot) masih terdeteksi di wilayah Siak.
BPBD mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar, dan melaporkan jika menemukan gejala awal karhutla.
Pemerintah daerah juga mengingatkan warga agar mengurangi aktivitas luar ruang dan menggunakan masker demi menghindari dampak kabut asap.
Pemerintah Kabupaten Siak menyatakan akan meningkatkan pemantauan dan koordinasi lintas sektor dalam mengantisipasi meluasnya karhutla dan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.
“Kami terus berkoordinasi dengan unsur Forkopimda dan instansi terkait, termasuk rumah sakit, untuk siaga jika terjadi peningkatan pasien ISPA,” ujarnya.
(Tribunpekanbaru.com/Mayonal Putra)
| Karhutla Siak Capai 56,03 Hektare dalam Dua Bulan, Sungai Apit dan Minas Paling Rawan |
|
|---|
| Karhutla Landa Dua Kecamatan di Kabupaten Siak Riau, Tim Gabungan Lakukan Pemadaman |
|
|---|
| Karhutla Meluas, Warga Kabupaten Siak Riau Mulai Menghirup Asap |
|
|---|
| Menembus Rawa, Mengusir Asap, Upaya Mencegah Karhutla di Kabupaten Siak Riau |
|
|---|
| Kebakaran Gambut di Mengkapan Siak, Tiga Hari Petugas Melawan Api di Kawasan Industri |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/Damkar-BPBD-Siak-padamkan-api-di-kandis.jpg)