Nyawa Kedua di Ujung Selat
Setiap hari, Fauzi turun dari rumah ke rumah. Menyapa warga. Memberikan pemahaman. Menjelaskan manfaat BPJS.
Penulis: Syaiful Misgio | Editor: M Iqbal
Namun ia tidak menyerah. Meski sebagian pasien datang dalam kondisi darurat tanpa jaminan kesehatan, ia tetap melayani. Mengusahakan pertolongan semampunya.
Dan di sela tugas medisnya, ia terus menyampaikan pesan yang sama: daftarlah sejak sehat, bukan setelah terbaring lemah.
“Kesadaran itu memang belum tumbuh sepenuhnya. Tapi kami tidak lelah mengingatkan. Karena saya tahu, di sini, satu-satunya harapan mereka ya kami di Pustu ini,” ucapnya dengan penuh keyakinan.
Ini menjadi tantangan bagi pemerintah daerah untuk memperluas cakupan jaminan kesehatan, terutama untuk kelompok rentan. Peningkatan akses dan edukasi terkait pentingnya perlindungan kesehatan menjadi kunci dalam memperluas jangkauan jaminan sosial.
Pemerintah terus berupaya meningkatkan cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui BPJS Kesehatan. Namun keterbatasan akses ke daerah-daerah pelosok menjadi tantangan tersendiri.
Untuk mengatasi hal itu, tenaga medis di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama (FKTP) seperti puskesmas dan klinik, kini menjadi garda terdepan dalam mensosialisasikan pentingnya jaminan kesehatan kepada masyarakat.
Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Bagian Penjaminan Manfaat dan Utilisasi BPJS Kesehatan Cabang Pekanbaru, Delila Melati saat berbincang bersama Tribun di kantornya di Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru, Jumat (18/7/2025).
Menurutnya, petugas kesehatan di lapangan memiliki peran strategis karena mereka yang paling dekat dengan masyarakat.
"Kami memiliki keterbatasan dalam menjangkau pelosok negeri. Maka dari itu, tenaga medis di lapangan sangat kami andalkan untuk mengedukasi dan mengajak masyarakat agar peduli serta sadar akan pentingnya mendaftar ke dalam program BPJS Kesehatan," ujarnya.
Apresiasi
Pengabdian Fauzi sebagai tenaga medis di pelosok negeri ini tak hanya menyentuh hati masyarakat setempat, tetapi juga mendapat perhatian dari pemerintah provinsi.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Sri Sadono Mulyanto, memberikan apresiasi atas dedikasi luar biasa Fauzi yang tetap setia melayani masyarakat di tengah berbagai keterbatasan.
“Fauzi adalah salah satu contoh nyata tenaga kesehatan yang bekerja dengan hati,” ujar Sri Sadono yang akrab disapa Ibeng ini.
Sebab kata Ibeng, tidak banyak tenaga medis yang bersedia ditempatkan di daerah terpencil dengan medan sulit, fasilitas terbatas, dan tantangan geografis yang berat. Tapi Fauzi membuktikan bahwa pengabdian bisa melampaui batas administratif dan kenyamanan pribadi.
Ibeng menilai bahwa kehadiran tenaga medis seperti Fauzi di wilayah pelosok sangat penting untuk menjamin akses layanan kesehatan yang merata di seluruh pelosok Riau.
“Yang dilakukan Fauzi itu bukan pekerjaan mudah. Tapi justru dari sanalah kita belajar arti sebenarnya dari pelayanan publik. Pemerintah harus hadir untuk mendukung, bukan hanya memberi pujian,” kata Ibeng. (Syaiful Misgiono)
| SIAP-SIAP, Pekanbaru Job Fair 2026 Digelar Mulai 17 Juni Mendatang |
|
|---|
| SIM Keliling Pekanbaru Hari Ini Senin 18 Mei 2026 di Purna MTQ, Manfaatkan Masa Tenggang |
|
|---|
| Sentra Sayur di Lahan Lanud Pekanbaru, Di Poktan Mustang, Sayur dan Rejeki Tumbuh Seiring |
|
|---|
| Cuaca Riau Hari Ini Didominasi Cerah Berawan, Hujan Diprakirakan Turun Sore Hari |
|
|---|
| Tiga Daerah Rawan Narkoba di Pekanbaru Jadi Target Operasi Polisi Sekaligus, Ini Hasilnya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/tenaga-pustu-kuala-selat-kateman-inhil-bawa-pasien-pompong.jpg)