Jumat, 8 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Berita Viral

Petugas Damkar Berhasil Dapatkan Hape Perselingkuhan yang Dibuang ke Danau, Cewek Ini Sumringah

Ada-ada saja, cewek ini ingin hape bukti perselingkuhan pacarnya didapatkan lagi. ia hubungi Damkar untuk mengambilnya di danau

Tayang:
Editor: Budi Rahmat
Dok : Damkar Kabupaten Bogor
HAPE BERISI BUKTI PERSELINGKUHAN - Petugas damkar berhasil temukan hape yang berisi bukti perselingkuhan yang dibuang ke danau 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Sungguh, tak ada pantangan bagi petugas damkar kala mereka dapat permintaan tolong dari warga.

Terbaru adalah harus menyelami setu atau danau di Kabupaten Bogor. Dan tahukan anda, apa gerangan yang dicari oleh pertugas damkar.

Mereka berusaha mendapatkan lagi handphone yang berisi dugaan bukti perselingkuhan.

Baca juga: Detik-detik Prada Lucky Tewas, Ada 24 Oknum Prajurit yang Diperiksa, Apa yang Mereka Lakukan?

Lha, ini bagaimana ceritanya. Lantas, siapa pelapor dan mengapa ia percaya pada Damkar untuk mengambil handphone miliknya?

Inilah kisah petugas Damkar di Bogor yang harus menyelami Setu demi permintaan seorang cewek.

Hape yang berisi bukti perselingkuhan sengaja dibuang ke dalam setu. Dan itu penting demi mengungkap rahasia yanga akan menentukan perjalanan cinta sang cewek.

Berikut ini kisahnya

Ya, Kejadian tak biasa ditangani oleh petugas pemadam kebakaran (Damkar) Kabupaten Bogor.

Pasalnya, petugas menerima laporan untuk mengevakuasi handphone yang sengaja dilempatkan ke dalam setu.

Bukan karena ingin mengerjai petugas, akan tetapi pemilik handphone tersebut terlibat pertengkaran dengan kekasihnya.

Peristiwa itu terjadi di sebuah setu yang berada di wilayah Desa Pondok Udik, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor sekitar pukul 11.00 WIB, Jumat (8/8/2025).

Kejadian itu bermula saat pelapor yang merupakan seorang wanita berinisial D sedang bertemu dengan kekasihnya.

Akan tetapi, pelapor mendapati adanya dugaan perselingkuhan yang dilakukan oleh kekasihnya tersebut.

"Pelapor memeriksa HP pacarnya dan menemukan pacarnya chat-an dengan wanita lain," ujar Danru 2 Rescue Damkar Kabupaten Bogor, Iskandar, Jumat (8/8/2025).

Namun pada saat keduanya terlibat percekcokan sengit, sang kekasih melemparkan ponselnya ke dalam setu.

Baca juga: MISTERI Hilangnya Pemred Media Online Terjawab, Jasadnya Ditemukan dalam Sumur Mobilnya Dibawa Kabur

Pun begitu, pelapor tak habis akal untuk mendapatkan gawai yang telah dilemparkan ke dalam air tersebut.

Pelapor justru menghubungi Damkar Kabupaten Bogor untuk mengambil handpone milik pacarnya tersebut. 

"Karena pacarnya takut ketahuan dia langsung membuang HP miliknya ke dalam setu dan meninggalkan pelapor," ungkapnya.

Setelah menerima laporan tersebut, Tim Rescue Damkar Kabupaten Bogor pun bergerak ke lokasi untuk melakukan pencarian.

Sekitar 30 menit pencarian dilakukan, handphone yang dilemparkan tersebut pun berhasil ditemukan oleh petugas.

"Belum sempat diselami, masih belum terlalu dalam," pungkasnya.

Selamatkan Orang Tersedak Bakso

Kisah Damkar lainnya, Inilah detik-detik petugas Pemadam Kebakaran yang menyelamatkan seorang pria yang tersedak bakso di sebuah kantin.

Kejadiannya di Kota Bogor. Butuh tiga menit untuk menolong pria tersebut sebelum ia kehabisan nafas karena kesulitan pada rongganya.

Aksi damkar menyelamatkan ori itu langsung viral di media sosial. Tentu saja damkar yang cekatan yang mampu menolong banyak warga dalam kesulitan.

Nah, terkait dengan bakso yang ditelan oleh si pria, ternyata masih bakso utuh yang juga lengkap dengan mienya.

Beruntung nyawanya masih tertolong dan ia kembali bisa pulih. Berikut ini kisahnya

Suasana kantin Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bogor, Kamis (26/6/2025) mendadak heboh.

Hal ini karena ada seorang pria tersedak bakso hingga membutuhkan pertolongan dari petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bogor.

Tak butuh waktu lama, kurang lebih 3 menit, bakso bulat utuh yang menghambat saluran pernafasan pria tersebut berhasil dikeluarkan oleh petugas Damkar.

Kejadian itu bermula saat korban sedang menyantap bakso diduga sambil mengobrol dengan rekannya, tiba-tiba bakso tersebut tidak dapat tertelan dengan baik.

"Baksonya kecil, jadi posisinya mungkin lagi makan, ada temennya lagi ngobrol, sambil ngobrol tersedak," ujar Anggota Regu 1 Rescue Damkar Kabupaten Bogor, Rusdi, Kamis (26/6/2025).

Sementara itu, pihaknya menerima laporan setelah melakukan evakuasi ular dari pegawai Disdukcapil Kabupaten Bogor

Dengan wajah panik, kata dia, pegawai tersebut mendatangi Mako Damkar Kabupaten Bogor untuk melapor dan meminta bantuan.

Baca juga: Bapak Bejat, Anak Gadis Diberi Obat Tidur, Lampu Kamar Sengaja Dimatikan, Lalu Tinggalkan Bekas Aneh

Tanpa perlu berlama-lama petugas pun langsung bergegas ke lokasi yang kebetulan tidak jauh jaraknya.

"Kami tidak banyak berbicara langsung lakukan penanganan menggunakan metode helmit ditekan ulu hati. Kami coba juga dengan metode masukan jari agar memancing mual akhirnya keluar juga si bakso," terangnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan evakuasi dilakukan selama kurang lebih tiga menit, dan korban dalam kondisi baik setelah dilakukan penanganan.

"Tenyata si bakso itu saya kira sebelah, ternyata bakso utuh, berikut ada mie-mienya. Alhamdulillah untuk kondisi korban sehat," katanya.

Kena KDRT oleh Suami Lapor ke Damkar

Kisah pilu seorang ibu berinisial D (26), yang diduga menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Bekasi Selatan, semakin terkuak.

Polisi mengonfirmasi, D mengalami luka memar di bagian kepala, bukti nyata kekejaman yang menimpanya.

"Luka yang dialami korban, memar di bagian kepala," kata Humas Polres Metro Bekasi Kota, AKP Suparyono, saat dikonfirmasi, Kamis (26/6/2025).

Luka tersebut diketahui berdasarkan hasil visum et repertum dari RSUD dr Chasbullah Abdulmadjid, Bekasi, setelah korban membuat laporan ke polisi pada Jumat (20/6/2025).

D diduga jadi korban KDRT dan sempat mengadu ke Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) karena merasa laporannya tak kunjung ditindaklanjuti oleh polisi.

Menanggapi tudingan bahwa laporan korban tidak ditindaklanjuti, Suparyono membantahnya.

Ia menegaskan bahwa kepolisian telah menangani kasus tersebut sejak awal.

"Sebetulnya kami sudah menangani dari awal, itu dibuatkan laporan polisi. Jadi kita sudah menangani," jelas dia.

Hingga kini, polisi sudah memintai keterangan dari korban.

Kepolisian juga masih mendalami informasi terkait kaburnya suami korban yang berinisial I, dan juga menjadi terlapor dalam kasus ini.

"Itu masih dalam pendalaman oleh tim penyidik," tambah Suparyono.

D mengadu ke petugas Damkar karena merasa laporannya tak kunjung ditindaklanjuti oleh polisi.

Dalam kondisi frustrasi, korban mengaku sempat ingin bunuh diri akibat tekanan mental yang dialaminya.

Aduan tersebut disampaikan melalui call center Damkar 112 pada Selasa, pukul 06.30 WIB.

Dalam laporannya, korban menyebutkan hendak mengakhiri hidup karena depresi.

Laporan kasus KDRT yang dialaminya telah teregistrasi dengan nomor LP/B/1397/VI/2025/SPKT/POLRES METRO BEKASI KOTA/POLDA METRO JAYA, tertanggal 20 Juni 2025.

Punya HUtang Lapor ke Damkar

Sesuai perkiraaan netizen. Akhirnya petugas damkar dikerjai oleh warga. Ini terjadi di Semarang. 

Warga yang awalnya melaporkan bahwa ada ular di dalam rumah minta dievakuasi. Namun setelah tim damkar datang ke lokasi, ternyata ular yang dimaksud tidak ada.

Usut punya usut, laporan tersebut adalah laporan palsu. Petugas Damkar sengaja ditelpon untuk datang hanya untuk menakuti orang yang punya utang.

Terang saja laporan palsu itu jadi perhatian publik. Pasalnya selama ini Damkar memang bisa dikatakan yang cepat dan responsif menerima laporan warga.

Namun, kebaikan Damkar sepertinya disalahgunakan oleh warga yang tak bertanggungjawab.

Ya, inilah kisah seorang warga Semarang melapor ke Pemadam Kebakaran karena gagal menagih utang. 

Dalam laporannya, warga tersebut meminta Damkar datang ke rumah seorang bernama Endar, dengan alasan ada ular yang masuk ke rumah tersebut.

Ternyata, laporan itu palsu dan tak ada ular yang masuk ke rumah. Damkar diminta datang ke rumah itu, untuk menakuti Bu Endar yang mempunyai utang kepada pelapor. 

Laporan palsu tersebut membuat petugas Damkar geram, hingga curhatannya viral di media sosial.

Petugas Damkar Kota Semarang bernama Edy, yang menerima laporan itu, menceritakan pengalamannya melalui sebuah video yang diunggah akun Instagram @adebhakti.

Ia mengaku awalnya mendapat laporan bahwa ada ular di dalam rumah dan diminta segera mengevakuasinya.

Namun ketika ia dan tim sampai di lokasi, tidak ada ular yang ditemukan. 

Setelah ditelisik, pemilik rumah bernama Bu Endar memang sempat mendapat ancaman bakal didatangi petugas Damkar jika tak membayar utangnya.

“Bu Endar itu punya utang sama pelapor, terus pelapor pura-pura jadi Bu Endar. Sebelumnya Bu Endar diteror sama pelapor, katanya kalau tak bayar utang nanti tak datangi Damkar,” ujar Edy dalam video tersebut.

Sebelum berangkat ke rumah Bu Endar, Edy sebenarnya sudah meminta bukti berupa foto atau video kepada pelapor, namun tidak diberikan.

Pelapor juga memblokir nomor telepon petugas Damkar setelah laporan dibuat. Edy menduga laporan itu sengaja dibuat sebagai bentuk tekanan kepada pihak yang berutang.

“Jangan seperti itulah. Kita itu kerja di Damkar bukan main-main. Takutnya nanti tetangga jenengan atau saudara jenengan rumahnya kebakar, tapi kita masih menangani laporan palsu. Kasihan,” lanjutnya.

Jangan Bikin Laporan Main-main

Kisah yang disampaikan Edy tersebut dibenarkan oleh Sekretaris Damkar Kota Semarang, Ade Bhakti.

Ia menegaskan bahwa tindakan pelapor sangat tidak etis dan bisa membahayakan orang lain.

“Jangan kayak gitu lah, jangan buat mainan ya,” kata Ade Bhakti saat dikonfirmasi, Kamis (5/6/2025).

Ia juga mengingatkan bahwa petugas Damkar bekerja untuk kepentingan masyarakat luas, terutama dalam situasi darurat yang memerlukan penanganan cepat dan tepat.

Tentu saja apa yang dilakukan warga dengan laporan palsunya menjadi pelajaran bagi kita semua. Bahwa jangan pernah main-main dengan laporan palsu. (*)

Sumber : Tribun Bogor

Sumber: Tribun Bogor
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved