Berita Populer Riau
POPULER RIAU: Pilu Keluarga Pria yang Tewas Dihajar Oknum TNI AL & Pemuda Kuansing Diterkam Buaya
Dua berita populer Riau oknum TNI AL di Pekanbaru diduga aniaya warga hingga tewas dan pemuda di Kuansing diterkam buaya
Rudi, abang korban, begitu terpukul dengan kematian sang adik.
Rudi mengungkapkan, ia menyayangkan perbuatan oknum tersebut.
Di mana harusnya, pelaku sebagai aparat, dapat memberi contoh dan suri tauladan yang baik kepada masyarakat kecil.
“Ini malah dia yang membuat keonaran sehingga menganiaya adik saya atas nama Gunawan Sentosa menjadi korban,” ucapnya.
Ia meminta, kasus ini dapat diusut tuntas dan pelaku mendapatkan hukuman setimpal.
“Kasus ini harus diusut tuntas, Panglima TNI harus dengar, ini jeritan hati dari keluarga kami. Panglima TNI harus mengetahui hal ini. Saya berharap kepada pucuk pimpinan TNI agar mengusut kasus ini dengan tuntas dan secara gamblang, tidak ada yang ditutup tutupi,” sebutnya.
Abang korban yang lain, Serma Sukim bilang, menurut informasi, pelaku sempat berniat mengaburkan kejadian sebenarnya.
Di mana, pelaku diduga mengintimidasi para saksi yang ada di tempat kejadian perkara (TKP), dengan meminta mereka mengatakan bahwa pemukulan terhadap korban, dilakukan oleh massa.
“Ini salah satu bentuk untuk menghilangkan atau mengelabui peristiwa yang sebenarnya. Saksi hidup ada, bahwa ini terjadi tidak ada pemukulan massa, pengeroyokan massa. Murni dilakukan oleh oknum pelaku ini sendiri,” jelasnya.
Ia meminta, pelaku diproses sesuai hukum yang berlaku, dan mendapat hukuman seberat-beratnya.
“Karena bagaimana pun ini pelanggaran. Seorang anggota (melakukan perbuatan), yang tentunya tidak patut dilakukan kepada masyarakat,” paparnya.
Ia berharap, kasus yang menimpa adiknya ini, tidak terjadi lagi kepada masyarakat lainnya di kemudian hari.
Untuk itu ia berharap hukum di Indonesia dapat ditegakkan.
“Saya ini juga aparat, hal seperti ini tidak perlu terjadi, pemukulan terhadap masyarakat. Seharusnya kita mengayomi, melindungi masyarakat. Bukan memberi contoh yang buruk,” tutur Serma Sukim.
Pihak keluarga berharap agar kasus ini diusut tuntas.
Nur Halimah, istri dari Gunawan Sentosa, juga sudah resmi mengadu ke Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) TNI.
Nur Halimah, secara resmi bersurat dan meminta Danpuspom Mabes TNI, untuk dapat memproses terduga pelaku penganiayaan, Lettu ZM, oknum TNI AL sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Dengan ini saya selaku istri korban atas nama Gunawan Sentosa, mengadukan perkara penganiayaan yang dilakukan oleh oknum TNI AL atas nama Lettu Mar ZM anggota Bais TNI yang mengakibatkan suami saya meninggal dunia,” demikian isi surat yang ditulis Nur Halimah.
“Demi rasa keadilan, saya mohon kepada Danpuspom TNI perkara tersebut dapat diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” lanjutnya.
Kuasa hukum keluarga korban, Ahmad Zahri menyebut, terduga pelaku saat ini sudah diamankan.
“Sudah diamankan oleh Denpomal Dumai dan sudah berada di Mabes TNI untuk diinterogasi,” bebernya, saat dikonfirmasi, Rabu sore.
Sementara itu, Oknum prajurit TNI AL, Lettu Mar ZM kini sedang menjalani proses terkait kasus tersebut.
Kepala Dinas Penerangan AL (Kadispenal), Laksamana Pertama (Laksma) TNI Tunggul menyebut, pada Rabu (27/8/2025) ini, ZM telah diserahkan ke satuannya di bawah Mabes TNI.
“Pada hari ini Rabu tanggal 27 Agustus 2025, tepatnya sore tadi di Denpom Lanal Dumai, prajurit ‘ZM’ telah diserahkan ke satuan yang berada di bawah Mabes TNI guna menjalani proses terkait kasus tersebut lebih lanjut,” ujarnya.
Tribunpekanbaru.com sebelumnya sudah melihat rumah yang diduga jadi tempat penganiayaan yang dilakukan oleh oknum TNI beberapa waktu lalu, rumah itu tampak sepi.
Bagian depan rumah di Jalan Kuantan I, Kota Pekanbaru itu tampak tidak ada aktivitas, Rabu (27/8/2025).
Informasi Tribunpekanbaru.com, penganiayaan berlangsung di depan teras rumah itu.
Ada sebuah kursi panjang untuk santai terlihat di bagian teras rumah.
Namun dari luar tidak terlihat ada penghuni di dalam rumah itu.
Ruas jalan tersebut juga tampak sepi walau di depan rumah adalah SDN 132 Pekanbaru.
Saat Tribunpekanbaru.com melakukan penelusuran, hanya terlihat sejumlah pengendara lalu lalang.
Kebanyakan yang melintas adalah sepeda motor dari arah Jalan Kuantan Raya.
Lokasi kejadian ternyata dekat dengan base campe driver ojek online.
Ada sebuah warung jadi base camp para driver.
Mereka berkumpul di sana sembari menanti orderan datang.
Saat ditanyai soal aksi penganiayaan tersebut, mereka kompak menjawab tidak mengetahui secara pasti.
Seluruh driver mengaku tidak mengetahui secara persis kejadian yang menimpa dua orang warga sipil tersebut.
Mereka cuma tahu kejadian itu dari video yang tersebar di media sosial.
"Kalau kejadiannya kami tidak tahu pasti, cuma tahu dari video saja," ulasnya singkat kepada Tribunpekanbaru.com.
Kawasan di sekitar lokasi kejadian tersebut memang sepi. Setiap harinya tidak banyak yang melintas di kawasan itu.
(Tribunpekanbaru.com/Guruh BW/Fernando Sikumbang/Rizky Armanda)
POPULER RIAU: Pria Tewas Diduga Dianiaya Oknum TNI AL Gegara Sukun & Risnandar Sampaikan Pledoi |
![]() |
---|
POPULER RIAU: Bocah Salah Sunat Dibawa ke Dokter Spesialis & Hasil Lab Murid Keracunan MBG Keluar |
![]() |
---|
POPULER RIAU: 28 Murid di Inhil Diduga Keracunan MBG & Anjing Gigit 9 Warga Pekanbaru Positif Rabies |
![]() |
---|
POPULER RIAU: Oknum Guru SMP di Kampar Cabuli 3 Murid & Tarif Parkir Rp 40 Ribu di Arena Pacu Jalur |
![]() |
---|
POPULER RIAU: Kata Wako Pekanbaru Soal PBB Naik 300 Persen & Perceraian di Pekanbaru Tertinggi |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.