Cerdas Berpuasa di Akhir Zaman
Berpuasa di akhir zaman bukan sekadar menahan lapar dan haus dari subuh hingga magrib, melainkan juga menahan diri (imsak)
Abdul Wahid,S.Ag.M.I.Kom
Kasi Pendidikan Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pelalawan
Ibadah puasa satu bulan penuh di bulan Ramadan bukanlah hal yang baru bagi umat Islam, terkhusus orang-orang yang beriman, karena kewajiban itu sudah mulai ditunaikan sejak usia dini.
Namun, seiring waktu, tantangannya semakin berat di akhir zaman ini. Hal ini sudah diingatkan Rasulullah dalam hadis:
“Segeralah beramal sebelum datang fitnah seperti potongan malam yang gelap gulita, seseorang di pagi hari beriman, di sore hari kafir…” (HR. Muslim).
Tantangan utama akhir zaman bagi orang beriman adalah fitnah (ujian) berat yang menggoyahkan akidah, melemahnya keimanan, derasnya arus sekularisme, kerusakan moral, dan godaan duniawi. Orang beriman juga akan merasa terasing, menghadapi kesulitan ekonomi, serta disinformasi yang merusak sosial. Sebagaimana hadis Rasulullah:
“Waktu semakin berdekatan, ilmu diangkat, fitnah muncul, kikir disebarkan, dan banyak terjadi Al-Harj.” Para sahabat bertanya, “Apa itu Al-Harj?” Beliau menjawab, “Pembunuhan.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Berpuasa di akhir zaman bukan sekadar menahan lapar dan haus dari subuh hingga magrib, melainkan juga menahan diri (imsak) dari fitnah, syahwat, dan godaan maksiat yang semakin masif. Puasa berfungsi sebagai perisai (junnah) yang mendidik jiwa menjadi bertakwa.
Akhir zaman merupakan periode atau masa terakhir kehidupan di dunia yang ditandai dengan berbagai fitnah, tanda-tanda kecil, dan tanda-tanda besar sebelum terjadinya kiamat, dimulai sejak diutusnya Nabi Muhammad SAW sebagai nabi terakhir. Ini adalah fase akhir perjalanan dunia menuju kebangkitan dan pengadilan akhirat. Hal itu ditegaskan Rasulullah sebagaimana hadisnya:
“Akan datang kepada manusia tahun-tahun yang penuh kedustaan. Pendusta dipercaya, orang jujur didustakan, pengkhianat diberi amanah, dan amanah dikhianati. Dan berbicaralah Ruwaibidhah.” Sahabat bertanya, “Apa itu Ruwaibidhah?” Nabi menjawab, “Orang bodoh yang mengurusi urusan umat.” (HR. Ibnu Majah).
Namun demikian, manusia yang ditakdirkan sebagai khalifah di muka bumi mempunyai kecerdasan intelektual, spiritual, emosional, dan sosial yang mumpuni untuk tetap eksis dalam menghadapi tantangan akhir zaman, termasuk dalam menunaikan ibadah puasa.
Kiat Spiritual (Meningkatkan Kualitas Iman)
“Innamal a‘malu binniyat wa innama likullimriin ma nawa” adalah penggalan hadis sahih riwayat Bukhari dan Muslim yang berarti: “Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai apa yang ia niatkan.”
Hadis ini menegaskan bahwa keikhlasan niat di hati menjadi penentu utama sah atau tidaknya serta diterima atau tidaknya amal ibadah di sisi Allah SWT. Meluruskan niat (tashihun niat), pastikan puasa dilakukan semata-mata karena iman dan mengharap rida Allah, bukan sekadar ikut-ikutan atau tradisi.
Kemudian meningkatkan intensitas ibadah (taraqqi). Untuk menjaga konsistensi dan kualitas ibadah puasa, maka harus diperkuat dengan ibadah lain, seperti salat tarawih, qiyamul lail (tahajud), tilawah Al-Qur’an, dan sedekah untuk menaikkan derajat takwa.
Belum cukup amalan itu saja, masih perlu benteng spiritual yang lain, yaitu dengan memperbanyak zikir dan doa. Mengingat Allah adalah cara terbaik menenangkan hati dan menjauhkan diri dari pikiran negatif serta godaan maksiat. Tak kalah pentingnya, senantiasa membaca banyak hal tentang keutamaan ibadah puasa Ramadan, sehingga dapat memahami dan menghayati bahwa puasa adalah madrasah untuk pengendalian diri (self-control) dari hawa nafsu.
Kiat Menahan Diri (Iman dan Amal)
“Betapa banyak orang yang berpuasa namun ia tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali rasa lapar dan haus.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah).
| Harus Ada Upaya Mitigasi Antisipasi Dampak Fenomena Godzilla El Nino di Kota Pekanbaru |
|
|---|
| Pria Ini Tega Curi Sepeda Motor Teman yang Menumpanginya Tempat Tinggal di Siak |
|
|---|
| Petani di Pelalawan Cabuli Putri Kandungnya Berusia 13 Tahun, Pelaku Langsung Dibawa ke Polsek |
|
|---|
| Kunci Jawaban IPS Kelas 7 Halaman 110 111 Lembar Aktivitas 17 Kelompok Kurikulum Merdeka |
|
|---|
| "Tuyul BBM" Mengganas di Kuansing, Kuota Warga Raib Diduga Dibobol Barcode Siluman |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/Abdul-WahidSAgMIKom.jpg)