Minggu, 17 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Pesan Sunyi Koper Haedar

Keberadaan media sosial seolah-olah sudah menghilangkan batas antara domain privat dan domain publik. Ia seperti pisau bermata dua.

Tayang:
Penulis: Alex | Editor: Ariestia
ISTIMEWA
Mexsasai Indra 

Karena itu, pengurus Muhammadiyah tidak berada dalam ruang pengawasan yang sama seperti penyelenggara negara.

Dalam posisi tertentu, sebenarnya selalu ada ruang bagi seseorang untuk memanfaatkan jabatan demi kepentingan pribadi.

Namun jalan itulah yang tampaknya tidak dipilih oleh Haedar Nashir. Di tengah budaya flexing dan hedonisme yang semakin terbuka di ruang publik, ia justru memperlihatkan kesederhanaan yang berjalan apa adanya.

Bagi warga Muhammadiyah sendiri, hal tersebut sebenarnya bukan sesuatu yang asing. Sejak lama Muhammadiyah mengenal doktrin, “Hidup-hidupilah Muhammadiyah, jangan mencari hidup di Muhammadiyah.” Sebuah pesan yang diwariskan KH Ahmad Dahlan agar organisasi menjadi ruang pengabdian, bukan alat mencari keuntungan pribadi.

Barangkali karena itulah banyak warga Muhammadiyah menganggap tidak ada yang luar biasa dari koper Haedar. Kesederhanaan itu memang telah menjadi bagian dari budaya organisasi yang tumbuh sejak lama, bahkan jauh sebelum istilah clean government dan good governance populer digunakan.

Pilihan hidup Haedar juga terlihat dalam berbagai kesempatan lain. Dengan kapasitas dan pengaruh yang dimilikinya, akan sangat mudah baginya berada di lingkar kekuasaan formal negara.

Namun ia memilih tetap berada di jalur pengabdian organisasi. Karena itu, viralnya koper tersebut terasa lebih sebagai refleksi keteladanan dibanding sekadar pencitraan.

Transformasi Nilai

Kini koper tua itu bukan lagi sekadar barang bawaan. Ia berubah menjadi simbol sederhana tentang cara seseorang memandang amanah.

Di tengah suasana ketika jabatan sering dihubungkan dengan fasilitas dan kemewahan, kemunculan koper Haedar menghadirkan kesan yang berbeda.

Tidak dibuat-buat dan tidak pula dipertontonkan secara berlebihan. Justru karena tampil apa adanya, publik menangkap pesan yang kuat dari kesederhanaan itu.

Masyarakat hari ini mungkin sedang merindukan teladan yang sederhana. Ketika publik terlalu sering disuguhi gaya hidup mewah para pemimpin, hal-hal kecil justru menjadi lebih bermakna. Sebuah koper lama, perjalanan dengan kereta biasa, atau sikap hidup yang tidak berlebihan kadang lebih membekas di ingatan publik.

Yang diingat orang dari seorang pemimpin sering kali bukan kemewahan yang pernah ia tampilkan, melainkan sikap hidup yang ia wariskan. Dari sebuah koper sederhana itu, publik seperti diingatkan kembali bahwa jabatan tidak selalu harus menciptakan jarak. Kadang justru kesederhanaanlah yang membuat seorang pemimpin tetap dekat dan dihormati. Seperti kata John C Maxwell, "Leadership is influence, nothing more, nothing less." (Tribunpekanbaru.com/Alexander)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved