Jumat, 1 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Berita Regional

Kecelakaan Kereta Api Terjadi Lagi, KA Argo Bromo Anggrek Tabrak Mobil Pengantar Jemaah Haji

Dari 9 penumpang, 4 meninggal dunia, 3 rawat jalan, dan 2 dirawat di RSUD R Soejati. Masih didalami," kata Kumala.

Tayang:
Editor: Muhammad Ridho
ISTIMEWA/Dok SATLANTAS POLRES GROBOGAN
KECELAKAAN KERETA - Minibus Avanza pengantar jemaah haji tertabrak Kereta Api di rel pelintasan tanpa palang pintu, Desa Tuko, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Jumat (1/5/2026) dinihari.(DOKUMEN SATLANTAS POLRES GROBOGAN) 

Menurut informasi dari laman Kementerian Perhubungan (Kemenhub), berdasarkan kronologi awal, insiden kecelakaan bermula saat rangkaian kereta rel listrik (KRL) relasi Bekasi-Cikarang bertabrakan dengan mobil di perlintasan sebidang JPL 85. 

Akibat kejadian tersebut, rangkaian KRL harus dievakuasi dan ditetapkan sebagai Perjalanan Luar Biasa (PLB) dengan kode 5181 karena berhenti berdinas dan berjalan di luar jadwal reguler.

Dampaknya, petugas memberhentikan satu rangkaian KRL lainnya dengan kode PLB 5568 yang mengarah ke Cikarang di peron Stasiun Bekasi Timur.

Tak lama kemudian, datang kereta api Argo Bromo Anggrek (KA 4) relasi Jakarta-Surabaya yang tidak sempat berhenti sepenuhnya, sehingga terlibat insiden tabrakan dengan KA PLB 5568 yang sedang berhenti. 

Menurut keterangan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, ada dua peristiwa yang terjadi dalam rangkaian kejadian kecelakaan kereta pada Senin malam itu. 

Pertama, kejadian bermula dari adanya kendaraan taksi online yang melintas di perlintasan sebidang Jalan Ampera Bekasi Timur. 

Setelah itu, kata dia, kendaraan tersebut mengalami malfungsi atau kerusakan, sehingga berhenti di rel kereta dan mengganggu perlintasan KRL Commuter Line. 

Budi menyebut malfungsi taksi online itu menyebabkan jalur perjalanan kereta api terhambat. Akibatnya, kejadian itu diduga juga berdampak pada terjadinya kecelakaan berikutnya. 

"Inilah yang terjadi yang mengakibatkan fatalitas, kerugian, baik materi, kerugian jiwa, serta luka-luka, di mana KRL ditabrak dari belakang oleh kereta api cepat Argo Bromo Anggrek tujuan Surabaya Pasarturi," ujarnya dalam program Kompas Siang di KompasTV, Rabu (29/4/2026). 

Ia mengatakan pihaknya sudah melakukan penyelidikan dan penyidikan terkait dengan dua peristiwa tersebut: insiden taksi online yang bertabrakan dengan kereta, serta insiden kereta Argo Bromo Anggrek menabrak KRL Commuter Line. 

Menurut Budi, pihak kepolisian sudah melakukan pemeriksaan, wawancara, serta pengambilan keterangan terhadap 22 saksi dalam peristiwa tersebut. 

Budi juga menyampaikan perkembangan data korban akibat kecelakaan kereta tersebut, di mana tercatat ada 16 orang yang dilaporkan meninggal dunia per Rabu siang. 

"Kami terima hari ini per 29 April 2026 sekitar pukul 11.00 (WIB), korban total adalah 106 orang, di mana korban luka 90 orang, 44 pasien sudah pulang ke rumah, 46 pasien sedang melaksanakan observasi, meninggal dunia 16 orang," ucapnya.

( Tribunpekanbaru.com / kompas )

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved