Angka Kemiskinan di Riau
Membongkar Wajah Kemiskinan, Bukan Sekadar Angka, Harus Ada Validasi Data
Kemiskinan bukanlah isu tunggal yang bisa diselesaikan dengan satu solusi untuk semua.
Satu tantangan terbesar dalam menyisir kemiskinan adalah akurasi data.
Pertanyaan mendasar yang harus dijawab adalah warga miskin tersebut merupakan penduduk asli atau pendatang.
Tanpa pemisahan data yang jelas, kebijakan yang diambil berisiko salah sasaran.
Setiap kepala keluarga memiliki jumlah tanggungan yang berbeda.
Intervensi untuk keluarga dengan sepuluh anggota keluarga tentu berbeda dengan keluarga yang hanya berisi tiga orang keluarga.
Pemetaan potret kemiskinan harus dilakukan secara mendalam.
Harus diketahui by name, by address.
Ini adalah cara untuk menciptakan formulasi program yang tepat sasaran.
Jangan sampai isu kemiskinan hanya dijadikan bahan kampanye atau komoditas politik semata.
Isu ini dipelihara demi kepentingan tertentu.
Walau kemiskinan mungkin tidak bisa dihapus seratus persen tetapi dengan data yang solid dan strategi yang tepat.
Maka angka kemiskinan tersebut bisa diminimalisasir demi kesejahteraan masyarakat yang lebih nyata.
Maka harus dilakukan evaluasi terhadap program penanganan kemiskinan..
Hal ini juga bisa memutus mata rantai bahwa kemiskinan hanya dillhadikan komoditas politik bagi segelintir oknum.
Sering kali, program pengentasan kemiskinan berhenti pada tahap pelaksanaan tanpa adanya evaluasi yang berkelanjutan.
Apabila ini terus terjadi, anggaran negara akan habis sia-sia tanpa mengubah angka kemiskinan secara signifika. Ini ibarat membuang garam ke laut.
(Tribunpekanbaru.com/Fernando Sikumbang)
| Nilai Indeks Kedalaman dan Keparahan Kemiskinan di Kampar Tinggi, Begini Penjelasan BPS |
|
|---|
| Garis Kemiskinan Kampar 2025 Rp600.385 per Bulan, Kedua Terendah di Riau |
|
|---|
| Hampir 80 Persen Penduduk Miliki Rumah Sendiri, Begini Angka Kemiskinan di Kampar |
|
|---|
| Ketua DPRD: Angka Kemiskinan di Riau Harus Diturunkan Signifikan Lagi |
|
|---|
| Angka Kemiskinan Bengkalis Turun, Masyarakat Kurang Mampu Terus Dapat Bantuan Pemerintah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/Dr_Elfiandri_MSi_Sosiolog_UIN_Sultan_Syarif_Kasim_11102025.jpg)