PERSPEKTIF
Pilkada, Demokrasi, dan Jalan yang Sedang Dipilih
Wacana Pilkada melalui DPRD dinilai berpotensi membawa Indonesia kembali ke pola lama ala Orde Baru, ketika ruang politik rakyat sangat terbatas.
Penulis: Erwin Ardian1 | Editor: Sesri
Pemerintah dan DPR perlu menyadari bahwa perubahan mekanisme Pilkada adalah isu sensitif yang menyentuh fondasi demokrasi. Resistensi publik sangat mungkin muncul, apalagi di era media sosial yang membuat mobilisasi massa berlangsung cepat dan masif. Stabilitas politik nasional bisa terganggu jika kebijakan strategis ini diputuskan tanpa dialog publik yang luas dan transparan.
Pada akhirnya, Pilkada bukan sekadar soal siapa yang memilih, tetapi bagaimana demokrasi dijalankan. Jalan terbaik bukan memilih antara efisiensi atau demokrasi, melainkan merumuskan sistem yang adil, bersih, dan akuntabel tanpa menghilangkan suara rakyat. Sebab ketika rakyat kehilangan hak memilih, yang dipertaruhkan bukan hanya mekanisme pemilu, melainkan kepercayaan publik terhadap negara itu sendiri. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/FOTO-Erwin-ArdianPemimpin-Redaksi-Tribun-Pekanbaru.jpg)