Berantas Narkoba di Riau
Penanganan Narkoba di Riau Jadi Sorotan, Warga Harap Polisi Berantas Tuntas hingga ke Akarnya
Terkait harapanya pada pemberantasan narkoba, Astrid berharap pemangku kebijakan sebaiknya benar-benar tegas
Penulis: Budi Rahmat | Editor: Firmauli Sihaloho
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Terkait peredaran narkoba di Provisi Riau, warga mengharapkan adanya tindakan tegas hingga ke akarnya. Bahwa peredaran narkoba sudah mengkhawatirkan sebab menyentuh pada generasi muda.
Astrid , warga jalan Simpang Tiga kepada Tribunpekanbaru.com mengungkapkan keresahannya terkait peredaran narkoba. Menurutnya, pengungkapan narkoba harus dilakukan maksimal.
Menurutnya, pemberantasan narkoba harus dilakukan hingga ke bandarnya. Agar peredaran narkoba bisa diputus.
"Yang harus dihabiskan itu bandarnya, tapi sampai saat ini pihak APH juga kesulitan membasmi para bandar narkoba tersebut," ujarnya
Menurut Astrid, sekarang ada lagi tipe baru peredaran narkoba. Dimana penyebarannya melalui mainan anak-anak yang terbuat dari bola yang di isi cairan narkoba.
" Ada lihat d medsos beberapa waktu lalu, mainan tersebut di datangkan dari negara tetangga. Yang dikhawatirkan itu cara penyebarannya yang sudah bervariasi, bahkan dibuat dalam bentuk mainan anak-anak" ungkap Astrid.
Baca juga: Polwan di Maluku Digerebek bersama Pria Lain, Berawal dari Laporan Sang Suami yang Juga Brimob
Baca juga: Sebotol Pertalite Capai Rp 30 Ribu, Warga di Pesisir Pelalawan Sulit Dapatkan BBM Subsidi
Sebagai orangtua, Astrid mengatakan bahwa dengan pola penyebaran tersebut tentu menjadi khawatir. Apalagi dengan target anak-anak.
"Namanya anak-anak mana tau kalau mainan yang dipegangnya itu berbahaya.. karena itu sebagai orang tua, kita harus kontrol dan waspada juga dengan jenis mainan anak-anak tersebut," ujar Astrid.
Terkait harapanya pada pemberantasan narkoba, Astrid berharap pemangku kebijakan sebaiknya benar-benar tegas dalam menegakkan hukuman bagi pemilik bandar danpengedar narkoba.
"Hukumannya tegas seumur hidup kalau belum siap menerapkan hukuman mati," pungkasnya.
Harapan soal pemberantasan narkoba juga disampaikan oleh Wina, warga Jalan Bukit Barisan. Kepada Tribunpekanbaru.com ia mengatakan bahwa peredaran narkoba masih terjadi karena tidak ketidaktegasan penegak hukum.
Menurut Wina, harusnya narkoba itu jadi atensi serius. Karena hanya dengan fokus yang benar-benar serius bandar bisa ditangkap.
"Selama ini memang dikatakan narkoba kasus yang jadi perhatian. Tapi kan gak diseriuskan. Makanya narkoba terus ada," ujarnya
Dengan kabar polisi yang mengungkap kasus narkoba dengan jumlah yang banyak, Wina mengatakan, polisi sedang serius. Tapi tetap saja itu hanya akan terlihat satu ninggu kedepan.
"Nanti seminggu kemudian sudah lupa lagi. Narkoba marak lagi. Makanya butuh perhatian dan keseriusan. Biar ada kewajiban yang nyata bagi penegak hukum untuk melakukan penindakan narkoba," ujarnya. (Tribun Pekanbaru/Budi Rahmat)
| Pertamina Perkuat Program Keberlanjutan Lewat Konservasi Mangrove dan Pelatihan Vokasi |
|
|---|
| Kasus Pengiriman Arang Bakau ke Malaysia Dilimpahkan ke Kejari Meranti |
|
|---|
| PII Riau Dorong Parit Indah Jadi Kawasan Wisata Air, Pengendali Banjir dan Penggerak Ekonomi Kota |
|
|---|
| Grand Jatra Pekanbaru Hadirkan Paket Pernikahan Lengkap Mulai Rp 49,8 Juta |
|
|---|
| 23 Orang Jadi Korban Kecelakaan Bus Halmahera vs Pick up di Tol Sergai, 6 Warga Riau |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/ILLUSTRASI-Penyalahgunaan-Narkoba.jpg)