Melayu Crackers: Berawal dari Eksperimen Dapur Sederhana
Ide keripik kulit ikan patin Melayu Crackers pertama kali muncul di benak Yulia Delsi pada 2018.
Saat ditawari, banyak yang menolak. "Bayangannya itu mungkin sudah kemana-mana. Jangankan membeli, mencoba saja mereka enggan," ujar Yulia bercerita.
Namun, Yulia tak patah arang. Dia selalu aktif mengedukasi masyarakat bahwa kulit ikan patin bila diolah dengan baik dapat menjadi camilan yang enak. Lambat laun, sudah ada yang mau mencoba keripik ini.
"Setelah dirasakan dengan lidah sendiri, yang mereka dapatkan tidak seperti yang dibayangkan. Dari yang awalnya enggan, pas mencoba dan merasakan enak, akhirnya mereka mau membeli," ujarnya.
Keripik kulit ikan patin yang diolah Melayu Crackers pun semakin diminati. Usaha itu terus berkembang dan dianggap punya peluang besar. Untuk memenuhi bahan baku, Yulia mengaku menjalin kerja sama dengan pabrik fillet di Kampar dan Pekanbaru.
Sejauh ini, tuturnya, rumah produksi Melayu Cracker bisa mengambil 140 ton per bulan. Meski terkadang realisasinya bisa kurang dari jumlah tersebut. Tiap satu kilogram ikan patin, hanya sekitar 5 gram kulit yang dihasilkan. Artinya, dari satu ton ikan patin, kulit yang dihasilkan sekitar 50 kilogram.
Saat ini, rumah produksi yang terletak di Jalan Serasi, Gang Serasi II No.16 Kecamatan Binawidya, Pekanbaru itu, kata Yulia, telah terstandarisasi. Izinnya pun lengkap, mulai dari sertifikat halal, sertifikat Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP), Standar Nasional Indonesia (SNI), hingga Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP).
“Semua sertifikat ini mendukung Melayu Crackers dipasarkan tak hanya di Indonesia tapi hingga ke mancanegara,” ungkap Yulia bangga. Agar akrab dengan lidah masyarakat, Melayu Crackers hadir dengan tiga varian rasa, original, balado dan barbeque.
Seiring berjalannya waktu, Yulia semakin yakin keripik kulit ikan patin punya keunggulan tersendiri. Salah satunya, dari segi Angka Kecukupan Gizi (AKG), terbukti keripik kulit ikan patin merupakan camilan tinggi protein dan rendah karbohidrat.
Dalam 20 gram takar, kandungan proteinnya 15 persen dan karbohidrat 0 persen. Sementara camilan lain yang banyak beredar di pasaran biasanya lebih tinggi kandungan karbohidrat dibanding proteinnya.
Melihat keunggulan ini, Yulia menyebut Melayu Crackers adalah makanan alternatif bagi orang yang memperhatikan kesehatan tubuh tapi suka ngemil. "Mereka dapat mengganti camilannya dengan yang tinggi protein," tuturnya.
Kini, Yulia aktif memperkenalkan Melayu Crackers sebagai oleh-oleh khas Pekanbaru. Produk ini bahkan sudah hadir di sejumlah gerai oleh-oleh besar di Pekanbaru dan banyak dicari masyarakat untuk dikonsumsi sendiri maupun jadi buah tangan.
Biasanya, kata Yulia, pembeli adalah mereka yang ingin mencari oleh-oleh unik, khas, praktis dan tidak merepotkan di perjalanan. Menariknya, Yulia mengklaim Melayu Crackers bisa menjadi camilan pembuka bicara.
"Karena ketika ditawarkan kepada orang lain, mereka akan bertanya ini apa? Apalagi jarang orang makan keripik yang terbuat dari kulit ikan," ungkap Yulia sembari menyebut hal itu menjadi pembeda Melayu Crackers dari produk lainnya.
Program Klaster BRI
Melayu Crackers adalah satu dari beberapa pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang masuk dalam ekosistem Gerai Sangsa. Di gerai milik Yuli Meliani tersebut, Melayu Crackers dapat dibeli dan dinikmati bersama 400 jenis kuliner lainnya.
Tak sekadar tempat jual makanan dan aneka kerajinan kriya, Gerai Sangsa juga menjadi tempat bertumbuh para pelaku usaha lokal. Apalagi, Gerai Sangsa menjadi satu dari sekian binaan Bank Rakyat Indonesia (BRI) dalam program Klasterku Hidupku.
| Libur Panjang Idul Adha, Jumlah Penumpang di Bandara SSK II Pekanbaru Menurun Dibanding Hari Biasa |
|
|---|
| Alfin Pilih Naik Bus karena Tiket Pesawat Mahal, Warga Pekanbaru Beralih ke Transportasi Darat |
|
|---|
| Siap-siap, Penindakan Truk ODOL di Pekanbaru Bakal Berlanjut ke Ruas Jalan Lainnya |
|
|---|
| Lokasi Pengembangan TPA Muara Fajar II Pekanbaru Bakal Terapkan Sanitary Landfill |
|
|---|
| Peluncuran SAPTA RASA ARYADUTA Pekanbaru: Eksplorasi Cita Rasa Autentik dalam Satu Sajian Istimewa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/MELAYU-CRACKERS.jpg)