Melayu Crackers: Berawal dari Eksperimen Dapur Sederhana
Ide keripik kulit ikan patin Melayu Crackers pertama kali muncul di benak Yulia Delsi pada 2018.
Keripik kentang, keripik singkong tentu sudah biasa. keripik tempe dan keripik jagung pun gampang terbayang rasanya. Tapi bagaimana dengan keripik kulit ikan patin? Sudah banyakkah orang yang pernah mencicipinya?
GURIH, garing, nggak amis. Itulah kesan pertama saat Tribun mencicip keripik dari kulit ikan patin, Jumat (24/4) lalu di Gerai Sangsa, Jalan Datuk Setia Maharaja, Pekanbaru. Ketika ditawari mencicipi camilan dengan merek dagang Melayu Crackers ini, sempat muncul tanya dalam hati; “Dari kulit ikan, apa nggak amis?”
Nyatanya, pada gigitan pertama, “kress!”. keripik yang bentuknya pipih itu langsung hancur di mulut. Tak ada sedikitpun bau amis tercium. Bumbu “balado” yang ditaburi pada keripik terasa padu dengan gurihnya camilan itu.
Bukan hanya satu. Dua, tiga, empat hingga puluhan keping keripik akhirnya masuk ke mulut. Isi dalam satu kemasan ukuran 100 gram nyaris ludes. Rasanya memang enak. Tak heran, sejak 2018 hingga kini, keripik kulit ikan patin, Melayu Crackers tetap eksis dan menjadi salah satu oleh-oleh khas Pekanbaru.
Ya, ide keripik kulit ikan patin Melayu Crackers pertama kali muncul di benak Yulia Delsi pada 2018. Yulia melihat peluang banyaknya kulit ikan patin yang terbuang pada industri fillet -pengolahan daging ikan tanpa tulang- di Kabupaten Kampar.
Waktu itu, tutur Yulia, kulit ikan patin tak ada nilai ekonomisnya. Padahal, bahan bakunya sangat mudah diperoleh. Riau, katanya, menghasilkan 2.700 ton ikan patin per bulan. Dimana Kabupaten Kampar jadi daerah penghasil terbanyak.
Berdasarkan data Dinas Perikanan Kabupaten Kampar, September 2025, kemampuan panen harian di Desa Koto Mesjid yang dikenal dengan sebutan Kampung Patin mencapai 12-15 ton. Total hasil panen 300 ton per bulan dengan produksi yang stabil.
Biasanya ikan patin itu menjadi konsumsi rumah tangga yang beredar di pasar tradisional. Sebagian lagi diolah menjadi ikan salai (ikan asap) atau bahan baku industri fillet.
“Di industri fillet, namanya berubah menjadi ikan dori. Padahal, itu sebenarnya ikan patin," tambahnya. Oleh pihak pabrik, kulit ikan patin biasanya tak diambil dan tidak bernilai ekonomis.
Di sinilah Yulia melihat peluang bagaimana kulit ikan patin tidak terbuang tapi berubah menjadi produk yang praktis, modern dan dapat dibawa jauh sampai ke luar negeri.
Ia kemudian terdorong mencoba mengolah bahan baku tersebut menjadi makanan. Dengan peralatan masak seadanya, Yulia mencari formula yang tepat agar kulit ikan patin dapat dikudap layaknya keripik.
“Awalnya dari try and error. Memang susah luar biasa membuat keripik kulit ikan patin ini," kata dia. Mengolah kulit ikan ia anggap sangat tricky atau sulit. Karena salah sedikit, hasilnya tak akan baik. "Bisa jadi keras, amis atau hambar," tambahnya.
Banyak cara dilakukan Yulia agar kulit ikan patin dapat dijadikan keripik sesuai yang diharapkan. Bahkan, ia mengaku sampai membuka jurnal penelitian yang mengkaji cara agar kulit ikan patin hasilnya garing.
Hampir setahun, Yulia akhirnya menemukan resep yang pas. Dia juga selalu melakukan penyesuaian setiap waktu supaya dapat meraih tekstur dan rasa yang lebih baik.
Banyak yang Menolak
Sebelum dipelopori oleh Melayu Crackers hadir 2018, masyarakat Riau sama sekali belum akrab dengan camilan yang diolah dari kulit ikan patin. Tak heran, awalnya tak mudah bagi Yulia memperkenalkan Melayu Cracker pada masyarakat Riau.
| Libur Panjang Idul Adha, Jumlah Penumpang di Bandara SSK II Pekanbaru Menurun Dibanding Hari Biasa |
|
|---|
| Alfin Pilih Naik Bus karena Tiket Pesawat Mahal, Warga Pekanbaru Beralih ke Transportasi Darat |
|
|---|
| Siap-siap, Penindakan Truk ODOL di Pekanbaru Bakal Berlanjut ke Ruas Jalan Lainnya |
|
|---|
| Lokasi Pengembangan TPA Muara Fajar II Pekanbaru Bakal Terapkan Sanitary Landfill |
|
|---|
| Peluncuran SAPTA RASA ARYADUTA Pekanbaru: Eksplorasi Cita Rasa Autentik dalam Satu Sajian Istimewa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/MELAYU-CRACKERS.jpg)