Karena itu, gagasan menghadirkan SPPG di perguruan tinggi sebaiknya tidak dipandang sebagai upaya menambah beban kampus ataupun sebagai bentuk dukungan tanpa kritik terhadap suatu program pemerintah. Yang lebih penting adalah bagaimana kampus memanfaatkan ruang tersebut untuk menghadirkan ilmu pengetahuan, riset, inovasi, dan evaluasi yang objektif. Jika itu dapat dilakukan, maka kampus tidak hanya membantu menyediakan makanan bergizi, tetapi juga membantu memastikan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan negara benar-benar menghasilkan manfaat yang optimal bagi masa depan generasi Indonesia.
Di sisi lain, harus diakui bahwa, pemerintah juga tidak tinggal diam terhadap berbagai kritik dan persoalan yang muncul dalam implementasi Program MBG. Evaluasi terus dilakukan, termasuk kabar terbaru tentang pencopotan kepala BGN dan penggeledahan kantor BGN serta proses penegakan hukum yang sedang berjalan.
Langkah ini menunjukkan keseriusan presiden Prabowo dalam pelaksanaan program, juga sekaligus menyadari bahwa keberhasilan MBG tidak hanya diukur dari besarnya cakupan program, tetapi juga dari kualitas tata kelola, transparansi, dan akuntabilitasnya. Dalam perspektif kebijakan publik, kemampuan melakukan koreksi terhadap program justru merupakan bagian penting dari upaya memastikan tujuan besar program tetap dapat dicapai secara berkelanjutan. (Tribunpekanbaru.com/Alexander)