Waspada Banjir di Riau
Siaga Hadapi Musim Hujan, Bupati Terbitkan Surat Edaran Antisipasi Banjir
Pemkab Siak mulai meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir yang diperkirakan terjadi September - Desember 2025.
Penulis: Mayonal Putra | Editor: M Iqbal
TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Pemkab Siak mulai meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir yang diperkirakan terjadi September - Desember 2025. Bupati Siak, Afni Z, mengeluarkan surat edaran (SE) kepada seluruh camat, lurah, dan penghulu agar memperkuat koordinasi lintas sektor dalam upaya mitigasi bencana di wilayah masing-masing.
Dalam edaran itu, Bupati Afni meminta aparat pemerintah di tingkat kecamatan hingga kampung untuk menyiagakan seluruh unsur, termasuk TNI, Polri, relawan, serta masyarakat. Langkah ini dimaksudkan agar konektivitas antarunsur semakin kuat dalam menghadapi potensi banjir yang dapat melanda sejumlah kawasan langganan genangan.
“Kami tidak ingin menunggu banjir datang baru bergerak. Antisipasi harus dilakukan sejak dini agar dampak yang timbul dapat diminimalkan,” ujar Afni Z, Minggu (19/10/2025).
Afni menyebutkan, surat edaran tersebut dikeluarkan setelah pihaknya berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas IV Provinsi Riau. Berdasarkan hasil koordinasi itu, Kabupaten Siak termasuk wilayah yang berpotensi mengalami peningkatan curah hujan pada akhir tahun.
Kepala BMKG Kelas IV Riau, Joko Yulianto Ariantono, dalam surat tertanggal 23 September 2025 menyampaikan informasi iklim terbaru untuk Kabupaten Siak dapat diakses melalui kanal UPAKARI – Info Iklim BMKG. Data tersebut mencakup analisis curah hujan, prediksi hujan, serta monitoring hari tanpa hujan dan potensi banjir.
“Informasi iklim kami perbarui secara berkala untuk mendukung kesiapsiagaan daerah. Pemerintah daerah dapat memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG,” kata Joko.
Selain memperkuat koordinasi dan sistem peringatan dini, Pemkab Siak juga menyiagakan 106 personel Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Tim ini dilengkapi berbagai peralatan pendukung, seperti tenda pengungsi, perahu karet, mobil truk evakuasi, dan mobil tangki air bersih.
Afni juga mengimbau masyarakat, terutama yang tinggal di kawasan rawan banjir seperti sepanjang aliran Sungai Siak dan daerah dataran rendah, untuk meningkatkan kewaspadaan. Ia mengatakan pentingnya kegiatan gotong royong membersihkan saluran air, parit, dan gorong-gorong agar aliran air tidak tersumbat.
“Budaya sadar bencana harus menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Bersih lingkungan bukan hanya soal estetika, tapi bagian dari mitigasi bencana,” kata Afni.
Selain itu, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan sarana dan prasarana penanggulangan bencana, termasuk akses terhadap fasilitas kesehatan bagi warga terdampak. Setiap langkah antisipasi yang dilakukan, lanjutnya, agar dilaporkan secara periodik ke BPBD Siak.
Afni berharap, melalui kesiapsiagaan lintas sektor dan kesadaran masyarakat, dampak banjir yang kerap terjadi setiap musim hujan dapat ditekan seminimal mungkin.
“Kita tidak bisa mengendalikan cuaca, tapi kita bisa mengendalikan cara kita bersiap,” ujarnya.(tribunpekanbaru.com/mayonal putra)
| Sempat Terjadi Lonjakan, 4 Hari Debit Air ke Waduk PLTA di Kampar Bertahan Melandai |
|
|---|
| BPBD Riau Minta Pekanbaru, Dumai dan Siak Segera Tetapkan Status Siaga Darurat Banjir |
|
|---|
| Polresta Pekanbaru Siaga Hadapi Banjir, Siapkan 1.000 Personel Gabungan |
|
|---|
| Peralatan dan Logistik Sudah Tersedia, Pemkab Rohul Siap Hadapi Musim Penghujan |
|
|---|
| Hujan Diprediksi Sampai November, BPBD Pelalawan Sebut Belum Ada Potensi Bencana Banjir dan Longsor |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/jalan-lintas-tualang-rusak.jpg)