Pekanbaru

Baru Berumur 6 Bulan, Bayi di Pekanbaru Harus Jalani Operasi Katarak, Ternyata Ini Penyebabnya

Pada saat Tribun memantau, bayi tersebut telah selesai dioperasi secara lancar dan baik oleh tim dokter Rumah Sakit Prima Pekanbaru.

Penulis: Hendri Gusmulyadi | Editor: Afrizal
internet
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Hendri Gusmulyadi

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Satu dari 66 orang Penderita Katarak yang dioperasi secara gratis pada kegiatan yang diselenggarakan oleh Lions Clubs Pekanbaru Distrik 307 A2, di Rumah Sakit Prima Jalan Nangka Ujung, Pekanbaru, Minggu (8/10/2017), adalah salah seorang bayi yang masih berumur 6 bulan.

Bayi ini bernama Yudita Marselina.

Pada saat Tribun memantau, bayi tersebut telah selesai dioperasi secara lancar dan baik oleh tim dokter Rumah Sakit Prima Pekanbaru.

Baca: Berkat Isi SMS Adanya, 150 Bang Polisi Sukses Bekuk Pengedar Narkoba di Pelalawan

Baca: Kisah Sedih Tika, Pernikahannya Batal usai Disindir Calon Mertua: Seharusnya Ini Hari Bahagiaku

"Ini kasus yang urgent, bayi 6 bulan dari lahir sudah kena katarak. Sudah diangkat lensa matanya yang kabur dan diganti sama yang baru," jelas Direktur Utama Rumah Saki Prima Pekanbaru, Dr Irana Oktavia MKes.

Dari kedua mata bayi ini, tim dokter baru mengoperasi di mata sebelah kanan.

Selang sebulan setelah operasi pertama ini akan dilakukan operasi di bagian mata sebelah kiri.

Baca: Waspada Modus Tukar Kartu ATM, Pelaku Awalnya Pura-pura Bantu Korban

Baca: Curhat Keras Nikita Mirzani: Nggak Malu Apa Lawan Janda Dua Anak!

"Akan ada cek dan kontrol ulang lanjutan juga setelah ini. Termasuk juga semua pasien yang sudah selesai dioperasi " sebut Irina.

Dijelaskan Irina, derita katarak yang dialami oleh bayi yang baru lahir bisa saja terjadi. Disebabkan pada saat dalam kandungan, ibu dari bayi terserang virus karena hirupan dari udara atau binatang peliharaan.

"Antisipasinya, ibu hamil harus kontrol kesehatan kandungannya agar dapat terditeksi secara dini," ungkapnya.

Menurut Irina, kasus ini bisa saja dialami oleh banyak bayi di Provinsi Riau, asalkan dilakukan penjaringan sampai pelosok.

"Untuk Rumah Sakit Prima, ini kasus yang pertama," ujar Irina.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved