Siak

Kisah Kakek Rusman yang Tinggal di Gubuk Reot, Untuk Kebutuhan Minum Pun Berharap Air Hujan

Inilah kisah Kakek Rusman, Tinggal di gubuk reot. Menyambung hidup dari kebaikan orang lain. Ia bertahan hidup ditengah perkembangan kota

Kisah Kakek Rusman yang Tinggal di Gubuk Reot, Untuk Kebutuhan Minum Pun Berharap Air Hujan
Tribun Pekanbaru/Mayonal
Kakek Rusman yang tinggal di gubuk reot di Kampung Dalam, Kecamatan Siak, kabupaten Siak 

Kakek 68 tahun itu terbaring di atas dipan kayu, beralaskan matras tipis yang tampak sudah lusuh. Ada sebuah tas hitam pudar, di atasnya sebuah Alquran lama, terletak di bagian kepalanya.

TRIBUNSIAK.COM, SIAK - Kamis (28/6/2018) siang, Tribunpekanbaru.com,  berkunjung ke kediaman Rusman (68), kakek yang memilih hidup dari uluran tangan warga, Kampung Dalam, kecamatan Siak, kabupaten Siak.

Ia tinggal di gubuk 2×3 meter yang tampak sudah reot.

Saat Tribun melihat kondisi kakek dari sebuah jendela kecil dari luar gubuknya, tampak sang kakek terbaring lemas.

Kamarnya sangat sederhana. Matras tipis yang lusuh di alas dengan tikar daun pandan terbentang di atas dipan kayu. Di sana Rusman terbaring.

Memendarkan pandangan mata di ruangan sempit itu membuat perasaan kian hancur.

Periuk nasi yang disusun di bawah dipan, gelas dan piring makan di meja kecil dekat dindingnya, serta kain sarung dan beberapa pakaian yang menggantung di dinding.

Belum lagi atap seng yang bocor di sana sini dan dinding papan triplek.

Mengetahui ada tamu yang datang, kakek Rusman bangkit dari tidurnya.

Ia berupaya ramah sambil menyambar baju yang digantung di dinding kamarnya.

Halaman
1234
Penulis: Mayonal Putra
Editor: Budi Rahmat
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help