Meranti

Tim Gabungan Pemadam Harus Gali Sumur untuk Padamkan Karhutla di Meranti

Namun, para petugas yang melakukan pemadaman ternyata memiliki Kendala paling krusial, yakni sumber air.

Tim Gabungan Pemadam Harus Gali Sumur untuk Padamkan Karhutla di Meranti
Tribun pekanbaru
Tim gabungan pemadam Karhutla di Desa Wonosari, Kecamatan Rangsang harus mencari sumber air dengan cara membuat sumur. 

Laporan Reporter Tribunpekanbaru.com, Guruh BW

TRIBUNPEKANBARU.COM, SELATPANJANG -  Kebakaran lahan memang mulai padamdi beberapa titik di Kepulauan Meranti, pasca hujan yang turun pada Rabu (25/7/2018).

Namun, para petugas yang melakukan pemadaman ternyata memiliki Kendala paling krusial, yakni sumber air.

Kalaksa BPBD Kabupaten Kepulauan Meranti, Edy Afrizal mengatakan, mereka harus menggali sumur untuk mendapatkan sumber air.

Baca: Benarkah Ada Mutasi Pejabat Pemrov Jelang Masa Jabatan Gubernur Riau? Ini Kata Andi Rachman

Awalnya, tim pemadam memanfaatkan air parit yang terdapat di sekitar lokasi.

Namun, dengan meluasnya lahan yang terbakar sejak Selasa (17/7/2018) lalu, posisi kepala api semakin jauh dari parit.

Baca: Bau Menyengat Resahkan Warga Pekanbaru, DLHK Ungkap Penyebabnya

"Sementara selang mesin pemadam harus dimanfaatkan untuk memadamkan kepala api agar tidak meluas," ujar Edy, Rabu (25/7/2018).

Agar bisa mencapai target, tim bersama warga harus membuat sumur di beberapa titik.

Untuk membuat sumur juga bukan perkara mudah, mereka harus mengupas gambut dengan gergaji mesin.

"Setelah gambut dikupas, air baru bisa didapatkan setelah dilakukan penggalian sedalam 3 meter," ujar Edy.

Penulis: Guruh Budi Wibowo
Editor: David Tobing
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved