Rokan Hulu

Maksimalkan Kinerja Satgas Karlahut, Kapolda Riau Beri Bantu Mesin Pompa Air

Kapolda Riau memberikan bantuan mesin pompa air disela-sela kunjungan kerja pembangunan Mapolres Rohul. Mesin pompa tersebut untuk pencegahan karhutla

Maksimalkan Kinerja Satgas Karlahut, Kapolda Riau Beri Bantu Mesin Pompa Air
Tribun Pekanbaru/Donny Kusuma
Kapolda Riau menyerahkan bantuan mesin pompa air untuk satgas karlahut di Kabupaten Rohul 

Laporan Wartawan Tribunrohul.com, Donny Kusuma Putra

TRIBUNROHUL.COM, PASIRPANGARAIAN- Saat kunjungan kerja, dan peletakan batu pertama untuk pembangunan Mako Polres Rokan Hulu (Rohul) di Jalan Lingkar KM 4 Pasirpangaraian, Desa Sukamaju, Kecamatan Rambah, pada Jumat (3/8/2018), Kapolda Riau Irjen Pol Drs. Nandang menyalurkan belasan mesin pompa air merk Robin.

Baca: Rencana Mutasi Pejabat Pemko Pekanbaru, KASN: Kalau Masih Ada Tunggakan Mutasi Belum Boleh Dilakukan

Dimana, Mesin pompa air ini diberikan Kapolda Riau kepada Polsek jajaran Polres Rohul, Koramil Rokan IV Koto, Koramil Kunto‎ Darussalam, dan Satgas Karlahut Satria Krisna Kecamatan Bonaidarussalam.

Kapolda Riau Irjen Pol Drs. Nandang mengungkapkan, pemberian bantuan mesin pompa Air ini untuk digunakan pemadaman ketika terjadi kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) di Kabupaten Rohul.

Baca: Perda Sampah di Kepulauan Meranti Masih Mandul

‎Ia mengatakan, pompa air itu akan digunakan Polsek jajaran Polres Rohul, Koramil dan Satgas Karlahut saat terjadi Karlahut di wilayahnya, terutama menjelang Asian Games 2018 Jakarta-Palembang.‎

Dalam mengantisipasi Karlahut saat Asian Games, Irjen Pol Nandang meminta masyarakat Riau untuk tidak menggunakan cara lama saat membuka lahan. Ia menegaskan Polri akan menindak tegas pelaku pembakar lahan atau hutan.‎

Baca: Janji dengan Pembeli di Simpang Maredan, Dua Pemuja Sabu Ini Kena Ringkus Polisi

Menurutnya, cara lama yang biasa digunakan oknum masyarakat saat membuka lahan, yakni dengan cara membakar merupakan langkah salah, karena bukan hanya merusak flora dan fauna saja, tetapi juga mengganggu kesehatan masyarakat.

"Cara-cara lama itu ditinggalkan, karena itu akan merugikan semua pihak. Pertama, rusaknya flora fauna kita, yang kedua akan mengganggu kesehatan generasi yang akan datang," katanya.‎

Baca: Sambut Hari Kemerdekaan, Warga di Pesisir Pantai Diminta Kibarkan Bendera dan Hias Bangunan

Dijelaskanya, dampak dari Karlahut sendiri secara Otomatis akan berakibat kepada sumber daya manusia (SDM), nanti ke depan tidak bisa bersaing dengan orang lain, karena punya ISPA, sesak nafas, dan gangguan lainya.

Irjen Pol Nandang mengaku, dirinya telah mengintruksikan seluruh jajaran Polres dan Polsek agar mengoptimalkan sosialisasikan tentang bahaya dari Karlahut, serta memberikan penerangan dan penyuluhan kepada masyarakat.‎

"Kalau sudah terjadi kebakaran segera dilokalisir, dipadamkan, didinginkan. Setelah itu cari pelakunya, kita proses," tegasnya.

Baca: Sambut Hari Kemerdekaan, Warga di Pesisir Pantai Diminta Kibarkan Bendera dan Hias Bangunan

Saat ditanya apa tindakan tegas dilakukan jajaran Polda Riau ketika ada pelaku pembakar lahan atau hutan ditangkap, Nandang mengaku, tindakanya jelas dan tegas.

"Jelas, di Palembang (Sumatera Selatan) mau ditembak, ‎kita tidak perlu ditembak. Yang kita tembak hatinya, supaya masyarakat bisa mengikuti aturan untuk kepentingan bersama," pungkasnya. (*)

Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: Budi Rahmat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help