Idul Adha 2018

Cacing Hati Hewan Kurban Ditemukan di Kampar‎

Penyembelihan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha di Kampar diwarnai penemuan cacing hati.

Penulis: Fernando Sihombing | Editor: Ariestia
Tribun Pekanbaru/Fernando Sihombing
Cacing hati ditemukan pada hewan kurban di Kampar 

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com, Fernando Sihombing

TRIBUNPEKANBARU.COM, BANGKINANG - Penyembelihan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha di Kampar diwarnai penemuan cacing hati.

Penyakit ini ditemukan di beberapa titik pada penyembelihan, Rabu (22/8/2018).

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) pada Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disbunakkeswan) Kampar, drh. Deyus Herman mengungkapkan, penyakit cacing hati tampaknya mendominasi.

"Laporan sementara yang saya terima, kebanyakan cacing hati," ungkap Deyus, Rabu siang. cacing hati ditemukan pada kerbau setelah disembelih. Ia sendiri mendapatinya di Bangkinang Kota.

Baca: Idul Adha 2018, Intip Kompaknya 8 Keluarga Seleb Ini, Keluarga Mana Favoritmu?

Baca: Meski Harganya Rp 1 Jutaan, Ponsel Ini Dibekali RAM 4 GB dan Sistem Keamanan Tercanggih

"Tadi ada satu titik di Bangkinang Kota," kata Deyus. Dua titik lainnya ditemukan di Air Tiris Kecamatan Kampar. Kemudian satu titik di Kecamatan Tambang.

Menurut Deyus, kerbau yang terserang cacing hati umumnya didatangkan dari Sumatera Barat. Sebab, kata dia, kerbau dari Sumbar hidup di daerah rawa.

Deyus mengatakan, hati bercacing langsung dibuang. Menurut dia, daging tetap bisa dikonsumsi.

Baca: Ponsel Jadul Ternyata Lebih Tangguh Dibandingkan Smartphone Zaman Sekarang

Baca: Galang Dana, Koperasi WA Lirik Gelar Gerakan Peduli Suku Talang Mamak

Penyakit lain yang ditemukan adalah Abses.

Penyakit ini berupa luka pada kulit hewan yang sudah bernanah.

Deyus menyebutkan, Abses dijumpai di Bangkinang Kota. Hewan yang terkena Abses berasal dari Jambi., dan terkena di bagian paha.

"Mungkin karena lama di perjalanan. Jadi pahanya luka dan membusuk, sampai bernanah," jelas Deyus.

Menurut dia, daging pada bagian yang terkena Abses dibuang.

"Yang dibuang cukup yang di sekitar Abses aja," katanya. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved