Pileg 2019

KPU Kampar Tunggu Edaran KPU RI Terkait Bacaleg Mantan Koruptor

Komisi Pemilihan Umum (KPU) masih menunggu edara KPU RI terkait Bakal Calon Legislatif (bacaleg) mantan koruptor

KPU Kampar Tunggu Edaran KPU RI Terkait Bacaleg Mantan Koruptor
Grafis Tribun Pekanbaru/Didik Ahmadi
ILUSTRASI 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Fernando Sihombing

TRIBUNPEKANBARU.COM, BANGKINANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) masih menunggu edara KPU RI terkait Bakal Calon Legislatif (bacaleg) mantan koruptor.

Kampar belum menentukan sikap pascaputusan Mahkamah Agung tentang pencalonan mantan terpidana korupsi pada Pemilihan Legislatif 2019.

KPU masih menunggu edaran atau keputusan terbaru dari KPU Republik Indonesia.

Baca: Klasemen Sementara Liga Spanyol La Liga, Real Madrid Tertahan, Barcelona Menang

Baca: Resmi Didukung Forum Ijtima Ulama II, Ini Kata Prabowo Usai Tanda Tangani Pakta Integritas

Komisioner KPU Kampar Divisi Teknis, Dahmizar sudah mengetahui putusan MA tersebut.

Namun bagaimanapun, KPU di daerah harus bertindak sesuai arahan, petunjuk maupun aturan yang dikeluarkan KPU pusat.

"Sekarang kita masih menunggu edaran KPU tentang aturan baru mengenai pencalonan Pemilihan Legislatif," ungkap Dahmizar kepada Tribunpekanbaru.com pada Minggu (16/9/2018).

Pileg 2019 Pileg 2019 Pileg 2019 Pileg 2019 Pileg 2019 Pileg 2019 Pileg 2019 Pileg 2019 Pileg 2019 Pileg 2019 Pileg 2019 Pileg 2019 
Pileg 2019 Pileg 2019 Pileg 2019 Pileg 2019 Pileg 2019 Pileg 2019 Pileg 2019 Pileg 2019 Pileg 2019 Pileg 2019 Pileg 2019 Pileg 2019
Pileg 2019 Pileg 2019 Pileg 2019 Pileg 2019 Pileg 2019 Pileg 2019 Pileg 2019 Pileg 2019 Pileg 2019 Pileg 2019 Pileg 2019 Pileg 2019

Di Kampar sendiri, KPU Kampar mencoret seorang Bacaleg perempuan mantan terpidana korupsi dari Partai Gerakan Indonesia Raya.

Pencoretan itu dilakukan pada masa perbaikan dan pergantian Bacaleg sebelum penetapan Daftar Calon Sementara (DCS).

Baca: KPU Rohul Hapus 756 Pemilih Ganda di DPT Pemilu 2019

Baca: Posisi Tahi Lalat Bisa Ungkap Kondisi Keuangan Seseorang, Jika Ada Dekat Bibir, Harus Kerja Keras

Dahmizar menyebutkan beberapa kemungkinan terhadap Bacaleg mantan terpidana korupsi yang dicoret.

Jika mengacu pada petunjuk teknis lama, Bacaleg tersebut bisa dimasukkan ke DCS.

Namun Bacaleg perempuan penggantinya harus dicoret.

"Tapi semua tergantung aturan dari KPU nanti," katanya. Kemungkinan lainnya, mantan terpidana dalam kasus lain bisa saja diakomodir. Ia berharap semua pihak sabar menunggu aturan baru dari KPU Pusat. (*)

Penulis: nando
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help