Kepulauan Meranti

Challenge Sayat Tangan Membahayakan, Sekolah Diminta Waspadai Perilaku Siswa

Challenge atau tantangan sayat tangan membahayakan, Disdikbud Kepulauan Meranti minta sekolah waspadai perilaku siswa

Challenge Sayat Tangan Membahayakan, Sekolah Diminta Waspadai Perilaku Siswa
Ilustrasi 55 Siswa SMP di Pekanbaru Sayat Tangan Ternyata Perempuan. Ini Alasannya 

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com: Guruh Budi Wibowo

TRIBUNMERANTI.COM, SELATPANJANG - Challenge atau tantangan sayat tangan membahayakan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kepulauan Meranti minta sekolah waspadai perilaku siswa.

Berbagai challenge kini banyak tersebar di media sosial, dan ini banyak dilakukan masyarakat Indonesia khususnya remaja.

Proses melakukan tantangan itu divideokan dengan menggunakan smartphone dan kemudian diungga ke berbagai media sosial (medsos).

Baca: Wakil rakyat Tinjau Pembangunan Jembatan Merangin, Ini Fakta yang Ditemukan

Baca: Periode 3 Sampai 9 Oktober 2018, Harga TBS Riau Kembali Turun

Challenge ini ada yang positif dan ada yang negatif bahkan membayakan, dan satu challenge yang negatif seperti yang terjadi di sebuah sekolah di Pekanbaru yang puluhan siswa perempuannya menyayat tangan.

Perilaku menyayat tangan yang dilakukan puluhan murid salah satu SMPN di Pekanbaru yang terjadi beberapa hari lalu membahayakan sehingga membuat Disdikbud Kepulauan Meranti khawatir.

Disdikbud Meranti mengimbau seluruh sekolah di Kepulauan Meranti memperketat pengawasan perilaku siswanya masing-masing.

"Jangan sampai challange tak bermanfaat di medsos menimbulkan korban dari pelajar di Meranti. Ini sangat berbahaya," ujar Kabid Dikdas Disdikbud Kabupaten Kepulauan Meranti, Syafrizal, Selasa (1/10/2018).

Baca: Video : Dewan Minta Pokir Ditambah, Ini Tanggapan Sekda Riau

Baca: Pembangunan Jembatan Sei Merangin, Ini Fakta yang Ditemukan Komisi I DPRD Kampar

Ketimbang menanggapi tantangan yang tak bermanfaat, Syafrizal menyarankan agar murid-murid lebih tertantang dengan hal-hal yang positif dalam meningkatkan prestasi di sekolah.

Syafrizal juga meminta kepada sekolah agar melarang murid-muridnya membawa gawai ke sekolah.

Sebab, challenge sayat tangan tersebut disebarluaskan melalui medsos yang diinstal di gawai.

"Orangtua murid juga harus turut mengawasi anaknya dalam menggunakan medsos," ujarnya. (*)

Penulis: Guruh Budi Wibowo
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved