Rokan Hulu

Kasat Lantas Polres Rohul Sebut Pelanggaran Meningkat ‎Pada Operasi Zebra 2018

Kasat Lantas Polres Rohul, AKP Irnanda Oktora mengungkapkan, pelanggaran pada Ops Zebra ‎tahun 2018 ini mengalami peningkatan dibandingkan 2017

Kasat Lantas Polres Rohul Sebut Pelanggaran Meningkat ‎Pada Operasi Zebra 2018
Tribun Pekanbaru
Kasat Lantas Polres Rohul, AKP Irnanda Oktora 

Laporan Wartawan Tribunrohul.com, Donny Kusuma Putra

TRIBUNROHUL.COM, PASIRPANGARAIAN - Setelah dilaksanakannya Oprasi (Ops), Zebra Muara Takus 2018 yang dimulai dari 30 Oktober sampai dengan 12 November 2018, ternyata jumlah pelanggaran yang tilang meningkat 14,35 persen dibanding 2017 lalu.

Kapolres Rohul, AKBP M. Hasyim Risahondua, melalui Kasat Lantas Polres Rohul, AKP Irnanda Oktora mengungkapkan, pelanggaran pada Ops Zebra ‎tahun 2018 ini mengalami peningkatan dibandingkan dengan Ops Zebra 2017.

Baca: Sering Amblas dan Longsor, Warga Bangkinang Sebut Jalan Lingkar Rusak karena Tambang Pasir

Ia menambahkan pelanggaran yang dilakukan tilang sebanyak 765 di 2018 sedangkan untuk 2017 da 669 tilang atau naik 14, 35 persen, sedangkan untuk teguran ada 434 di 2018 sedangkan 2017 hanya 68 teguran.

"Jadi kalau dilihat dari data Ops zebra 2018 pelanggaran ‎meningkat, sehingga kesadaran masyarakat berlalu lintas masih bisa dibilang rendah," katanya, kepada Tribunrohul.com, Selasa (13/11/2018).

AKP Irnanda menjelaskan, untuk jenis pelanggaran lalu lintas masih didominasi oleh sepeda motor, dengan jumlah pelanggan 526 pelanggaran. Pelanggarannya antara lain, tidak menggunakan helm sebanyak, 314 ‎, melawan arus ada 5 kasus, anak dibawah umur 39 dan menggunakan hp ada 2 kasus.

Baca: FOTO: Personil Dit Polair Polda Riau Benahi Masjid Sambut HUT Polairud ke 68

Sementara, tambahnya, pelanggaran lalu lintas yang melibatkan kendaraan mobil sebanyak ‎239 dengan rincian mobil penumpang sebanayak 119 dan mobil barang 120.

"Untuk profesi pelanggaran masih didominasi oleh karyawan yakni 328 kasus, sedangkan PNS ada 33 pelanggaran, pelajar/mahasiswa 201 dan pengemudi berjumlah 78 pelanggaran," terangnya.

Lebih lanjut dijelaskanya, untuk usia pelanggar masih didominasi oleh umur 16- 20 tahun dengan jumlah pelanggar ‎sebanyak 219, selanjutnya usia 21- 25 berjumlah 209, sedangkan umur 0-15 tahun ada 63 pelanggar.

Baca: FOTO: Personil Dit Polair Polda Riau Benahi Masjid Sambut HUT Polairud ke 68

Diakuinya, dengan adanya peningkatan pelanggaran, tentunya ini menjadi PR baginya kedepan untuk melakukan langkah Preventif kepada masyarakat, dan menanamkan rasa untuk terus taat terhadap peraturan lalu lintas jika berkendaraan.

Langkah Preventif yang telah dilakukan pihaknya, yakni mendatangi sekolah-sekolah untuk memberikan pemahaman dalam berkendara, selanjutnya memasang himbauan-himbuan di spanduk.

"Kita juga sudah membuat mencanangkan desa babaussalam sebagai desa taat lalu lintas, agar masyarakat termotivasi untuk mematuhi lalu lintas," sebutnya.

Baca: Pengakuan Tetangga Keluarga Nainggolan yang Tewas, Dengar Suara Keras Bicarakan Uang & Mobil

AKP Irnanda mengakui, pihaknya tidak bangga melihat peningkatan tilang pada Ops Zebra 2018, dirinya lebih bangga jika pelanggaran itu sedikit ditemui, hal itu menandakan bahwa kesadaran masyarakat masih rendah.

"Kita berharap kesadaran masyarakat bisa meningkat untuk mematuhi lalu lintas, sehingga dampak yang ditimbulkan bisa berkurang akibat kesadaran masyarakat meningkat," pungkasnya. (*)

Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved