Kampar

Aplikasi Online Terkait Perizinan Usaha di Kampar, Begini Cara Menggunakannya

Pemerintah Kabupaten Kampar melalui DPMPTSP memberi kemudahan bagi masyarakat yang ingin mengurus izin usaha.

Aplikasi Online Terkait Perizinan Usaha di Kampar, Begini Cara Menggunakannya
Istimewa
Perizinan usaha di Kampar dapat diurus secara daring melalui aplikasi SIPINTER yang diluncurkan pada Rabu (21/11/2018). 

Laporan Wartawan tribunpekanbaru.com Fernando Sihombing

TRIBUNPEKANBARU.COM, BANGKINANG - Pemerintah Kabupaten Kampar melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) memberi kemudahan bagi masyarakat yang ingin mengurus izin usaha.

Perizinan dapat diurus secara daring melalui aplikasi SIPINTER yang diluncurkan pada Rabu (21/11/2018).

Kepala DPMPTSP Kampar, Tarmizi melalui Kepala Bidang Pelayanan Perizinan, Ade Syaputra menjelaskan cara penggunaannya sangat sederhana.

Baca: Hari Pohon Sedunia 2018, Cara Agar Pohon Pepaya Tumbuh Pendek Tapi Berbuah Lebat

Baca: FOTO: Jalan OK M Jamil Pekanbaru Jelek dan Berlubang

Aplikasi ini dapat diakses melalui alamat situs sipinter.kamparkab.go.id/kampar.

"Supaya bisa buka aplikasi, harus buat User ID dulu," ungkap Ade. Setelah terdaftar, pada laman akan muncul daftar jenis perizinan yang dimohonkan. Kemudian pilih jenis izin yang diminta.

Tiap izin yang dipilih, akan muncul daftar persyaratan yang diminta. Pemohon tinggal mengunggah berkas persyaratan. "Sistem secara otomatis akan mengirim notifikasi ke email pemohon kalau permohonan selesai," ujarnya.

Berkas yang diunggah, kemudian diverifikasi awal oleh staf di bagian depan (front office). Lalu diteruskan ke bagian belakang (back office). Setelah itu diverifikasi Kepala Seksi terkait. Seterusnya ke Kepala Bidang.

"Kalau berkas sudah ok, diparaf Sekretaris (Dinas). Terakhir diteken Kepala Dinas secara manual," jelas Ade. Izin baru bisa diteken secara manual. Izin yang sudah terbit dijemput oleh pemohon ke Kantor DPMPTSP.

Baca: Marbot Musalla Smack Down Maling Kotak Infak di Pekanbaru, Pelaku Ngaku Awalnya Mau Solat

"Merujuk Perbup, SOP pengurusan izin tujuh hari," kata Ade. Tahun depan, izin diupayakan hanya dalam hitungan jam. DPMPTSP sedang mempersiapkan perangkat. Para Kepala Bidang dan Kepala Seksi akan diperlengkapi dengan Tablet. Sehingga verifikasi berkas bisa dilakukan dimana saja.

"Kalau sekarang, verifikasi harus ke kantor. Kita nggak selalu ada di kantor. Makanya jadi berhari-hari," ujar Ade.

Ia menjelaskan, permohonan yang bisa diproses hanya perizinan tanpa komitmen. Artinya, perizinan yang perlu verifikasi lapangan dan dikenai retribusi belum bisa diurus secara daring. (*)‎

Penulis: Fernando
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved