Kampar

Lembaga Adat Kenegerian Tapung Terbentuk

Musyawarah Pemangku Adat Kenegerian Tapung Kiri dan Tapung Kanan pada Sabtu.

Lembaga Adat Kenegerian Tapung Terbentuk
Istimewa
Lembaga Adat Kenegerian Tapung terbentuk 

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com: Zul Indra

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Pada Sabtu (24/11/2018) menjadi hari besar bagi Pemangku Adat Kenegerian Tapung Kiri dan Tapung Kanan yang terdiri dari 14 Desa Induk mulai dari Aliantan, Kabun, Tandun, Koto Ranah, Senama Nenek, Danau Lancang, Kasikan sampai ke Petapahan, Sungai Agung, Pantai Cermin, Sekijang, Kotagaro, Bencah Kelubi.

Hadir Datuk Pucuk, Datuk Bendaharo, Ninik Mamak secara lengkap berkumpul di Rumah Adat Petapahan.

Musyawarah Pemangku Adat di mulai dengan Sambutan dari Tuan Rumah Dt. Khaidir Majo Indo Petapahan, dilanjutkan sambutan dari Ketua Umum Ikatan Keluarga Sungai Tapung (IKST) Riau H. Sapaat yang sekaligus mewakili Panitia.

Baca: Kenal Lewat Facebook, Empat Pemuda di Dumai Perkosa Remaja 15 Tahun, Polisi Imbau Orangtua Waspada

Ia memaparkan latar belakang kegiatan dimana diperlukan sinergi dari Pemangku Adat dalam sebuah Lembaga resmi agar fungsi tiga tungku sejarangan, tigo tali bapilin yaitu pemerintah, ulama dan lembaga adat dapat saling menopang.

Datuk Mudo Suhaili dalam pemaparan konsep Mubes memberikan pemahaman agar Lembaga Adat ini dapat hendaknya jalan sehingga dalam format strukturnya diharapkan dapat terbagi dua yaitu Majelis Kerapatan Adat (MKA) dan Dewan Pengurus Harian (DPH).

Selanjutnya oleh pimpinan sidang sementara Mubes sementara yang dipimpin H. Syarkawi dan H. Zulfahmi dapat difasilitasi pemilihan pimpinan sidang tetap mubes yaitu Datuk Niskal Firdaus dari Danau Lancang, Datuk Suhaili dari Batu Gajah dan Datuk Jon Kenedi dari Sekijang.

Hasil Mubes disepakati bahwasanya nama Lembaga Adat adalah Lembaga Adat Kenegerian Tapung, disingkat LAK Tapung yang wilayah adatnya mulai dari Koto Ranah, Tandun, Kabun, Aliantan, Sinama Nenek, terus ke Kasikan, Petapahan, Pantai Cermin, Sekijang, Kota Garo (14 Kenegerian).

Baca: Curi Sepeda Motor Milik Bidan Muda, Pemuda di Rokan Hulu Dapat Karmanya

Selanjutnya, terpilih Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAK Tapung Datuk Zulfahmi, SH asal Petapahan sebagai Ketua dan Datuk Jon Kenedi asal Sekijang sebagai Sekretaris. Kemudian juga terpilih Dewan Pengurus Harian (DPH) Syarkawi asal Kasikan sebagai Ketua DPH dan Rais Hasan Piliang asal Bencah Kelubi sebagai Sekretaris DPH. Dengan masa periode 2018 - 2022.

Dari hasil musyawarah itu dikeluarkannya Maklumat Lembaga Adat Kenegerian (LAK) Tapung yaitu meminta tunjuk pandang pemerintah daerah untuk kelestarian hukum adat di seluruh Kenegerian di Wilayah Tapung Kiri dan Tapung Kanan. Mendorong anak kemenakan melayu Kenegerian Tapung, untuk berpartisipasi dalam pembangunan Bangsa, Negara dan agama dengan mengisi dan menduduki Jabatan Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif. Meminta pemerintah daerah dan pusat untuk memberikan perhatian khusus untuk keberadaan anak kemenakan melayu Kenegerian Tapung untuk berpartisipasi dalam pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) di Wilayah Tapung Kiri dan Tapung Kanan.

Halaman
12
Penulis: Zul Indra
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved