Tembilahan

Lebih Sepekan Harimau Serang Mardian, Warga Inhil Riau Tetap Diimbau Tak Beraktifitas di Hutan

Warga diimbau agar tidak mendekati hutan habitat satwa langka tersebut serta jangan menebang kayu di lingkungan hutan lindung

Lebih Sepekan Harimau Serang Mardian, Warga Inhil Riau Tetap Diimbau Tak Beraktifitas di Hutan
Foto/Istimewa
SOSIALISASI - Tim dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau melakukan sosialisasi terhadap warga di Desa Pungkat Kecamatan Gaung, Kabupaten Inhil, Selasa (5/3/2019). Sosialisasi terkait konflik harimau dengan manusia pascaperistiwa yang dialami seorang warga beberapa hari lalu. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, TEMBILAHAN – Polres Inhil terus mengingatkan masyarakat untuk tidak beraktifitas di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP) penyerangan Harimau Sumatera kepada seorang warga Desa Pungkat, Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau.

Selain posisi si belang belum juga diketahui pasca penyerangan, TKP juga dipastikan berada di habitat si belang sehingga dikhawatirkan bisa kembali menyerang masyarakat.

“Sampai saat ini baru yang bisa kita lakukan, agar tidak mendekati hutan habitat satwa langka tersebut serta jangan menebang kayu di lingkungan hutan lindung tersebut,” ujar Kapolres Inhil AKBP Christian Rony, S.IK, MH melalui Kapolsek Gaung, Iptu Walsum menjelaskan situasi terkini pasca penyerangan, Kamis (14/3/2019).

Baca: Kisah Mardian Diterkam Harimau Sumatera di Inhil Riau, Si Belang Menerjang dari Balik Semak-semak

Baca: WARGA Riau Diserang Harimau, Hasil Investigasi: Lokasi Penyerangan Habitat Panthera Tigris Sondaica

Meskipun begitu, sampai saat ini koordinasi tetap berjalan dengan baik dengan pihak BBKSDA Riau terkait harimau Sumatera ini, namun belum banyak yang bisa dilakukan karena TKP cukup jauh.

“Tidak, (BBKSDA Riau) sudah kembali ke Pekanbaru, dua hari di Gaung. Lokasi bisa di tempuh dengan jalan darat sekitar 20 Km, sedangkan jalan ke TKP tidak ada,” jelasnya.

Keberadaan BBKSDA Riau di Gaung pasca penyerangan lalu, dikatakan Kapolsek, untuk memastikan status TKP berada di hutan lindung atau pemukiman masyarakat.

“Memastikan bahwa kejadian itu di hutan lindung tempat pemukiman Satwa. Iya tepat sekali di hutan lindung (Pemukiman satwa),” pungkasnya.

Baca: Warga Diminta Hentikan Penebangan Liar untuk Antisipasi Serangan Harimau Sumatera

Baca: Usia Harimau Sumatera yang Serang Warga di Kecamatan Gaung Inhil Riau Diduga di Bawah 2 Tahun

Saksikan juga berita video menarik dengan subscribe ke channel YouTube Tribunpekanbaru.com:

Untuk diketahui, Mardian (31), seorang warga Desa Pungkat, Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Riau diserang oleh harimau sumatera dalam perjalanan pulang usai bekerja di hutan atau lebih tepatnya saat berada di Sungai Rawa, Desa Simpang gaung, Kecamatan Gaung, Kabupaten Inhil, Riau, Sabtu (2/3/2019) sekitar pukul 13.00 WIB.(Tribuntembilahan.com/odi).

Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved