Berita Riau

Sudah Transfer Uang ke Pelaku, BKD Riau Terima Laporan Adanya Penipuan Modus Bisa Meluluskan P3K

Kepala BKD Riau, mengungkapkan, pihaknya mendapatkan laporan dari sejumlah guru Tidak Tetap (PTT) di Riau yang menjadi korban penipuan dengan alasan b

Sudah Transfer Uang ke Pelaku, BKD Riau Terima Laporan Adanya Penipuan Modus Bisa Meluluskan P3K
tribun pekanbaru
Peserta seleksi CAT berbasis UNBK honorer progam P3K, saat menjalani ujian di SMKN 5 Kota Dumai akhir pekan lalu. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) atau P3K dilingkungan Pemprov Riau memakan korban, Jumat (15/3/2019). Meski hingga saat ini penerimaan PPPK di lingkungan Pemprov Riau belum tuntas, namun beredar kabar tidak sedap.

Kepala BKD Riau, Ikhwan Ridwan, Jumat (15/3/2019) mengungkapkan, pihaknya mendapatkan laporan dari sejumlah guru Tidak Tetap (PTT) di Riau yang menjadi korban penipuan dengan alasan bisa lulus PPPK.

Pelaku meminta uang kepada korban dengan mengatasnamakan perintah Kepala BKD Riau untuk bisa lulus P3K.

Pelaku berkomunikasi dengan korbannya menggunakan telepon melalui nomor yang ia dapat dari kepala sekolah.

Baca: Didemo Mahasiswa Soal UKT, Ini Jawaban Rektor UIN Suska Riau, Tidak Punya Kewenangan Revisi UKT

Baca: Utang Luar Negeri RI Naik jadi Rp 5.442,8 Triliun Per Januari 2019

"Iya, kemarin berarapa orang guru di Pekanbaru telepon dan melapor ke saya, katanya ada orang dari BKD bisa meluluskan mereka jadi P3K. Karena saya tak ada merasa memerintahkan hal itu, saya minta guru datang ke kantor memberikan keterangan," kata Ridwan seraya menegaskan, bahwa penerimaan P3K tidak ada dipungut biaya.

"Saya tegaskan, bahwa kami tidak ada menerima pungutan dalam bentuk apapun dalam penerimaan P3K. Jadi jangan percaya kalau ada oknum yang menjanjikan bisa meluluskan,"imbuhnya.

Ridwan tidak menjelaskan secara rinci berapa orang yang sudah menjadi korban penipuan dengan modus bisa meluluskan P3K ini.

Namun pihaknya memastikan sudah ada beberapa korban yang mentransfer ke rekening pelaku.

"Yang melapor ke kita itu kalau tidak salah ada empat orang. Tapi yang mengaku sudah mentransfer itu baru satu orang. Katanya pertama ditransfer Rp 4 juta. Kemudian pelaku minta uang tambahan lagi Rp 5 juta dengan alasan untuk mengirim berkas administrasi korban ke pusat agar segera diproses kelulusan P3K-nya," ungkap Ridwan.

Baca: Perdana Menteri Australia Nyatakan Teroris Penembak Masjid Selandia Baru adalah Warga Negaranya

Baca: 40 Orang Tewas Dalam Penembakan yang Terjadi di Masjid di Selandia Baru, 3 WNI Masih Hilang

Bahkan, kata Ridwan, korban penipuan modus P3K ini tidak hanya dialami oleh guru di Pekanbaru. Namun pihaknya mendapatkan laporan dari salah seorang guru di Rengat.

"Untung korban yang di Rengat ini tak langsung percaya, dia menghubungi saudaranya yang bekerja di Pemprov Riau. Kemudian saudaranya menghubungi staf saya mempertanyakan apakah peserta ujian P3K yang tercecer bisa direkrut lagi," katanya.

Setelah mendapat keterangan dari staf BKD bahwa tidak bisa lagi peserta yang belum mendaftar bisa ikut dalam seleksi P3K, saudara korban pun langsung memberitahukan korban bahwa itu modus penipuan.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat, khususnya guru dan peserta yang pernah ikut seleksi P3K agar tidak langsung percaya dengan orang yang mengatasnamakan diri dari BKD Riau, yang meminta sejumlah uang dan menjamin bisa meluluskan P3K.

Baca: VIDEO: Lagi, Pemuda Ngamuk &Hancurkan; Motor Didepan Polisi Saat Terjaring Razia, Videonya Viral

"Ini penipuan. Kami dari BKD tidak bisa menjamin, karena kelulusan ditentukan di pusat. Kalau ada masyarakat mendapat telepon dan menjanjikan bisa meluluskan P3K silahkan laporkan ke kami. Kepada korban yang sudah terlanjur mentrasfer uang ke pelaku saya sarankan untuk segera melaporkannya ke pihak kepolisian. Karena ini murni penipuan," pungkasnya. (Tribunpekanbaru.com/Syaiful Misgiono)

Penulis: Syaiful Misgio
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved