KPU Dumai Akui Ada Salah Input Data TPS ke Situng KPU

KPU Dumai mengakui ada kesalahan input data dari TPS 10 Kelurahan Laksamana ke Sistem Hitung KPU. Kesalahan diketahui dari unggahan warganet.

KPU Dumai Akui Ada Salah Input Data TPS ke Situng KPU
istimewa
KPU Dumai mengakui ada kesalahan input data dari form C1 ke sistem penghitungan KPU. Kekeliruan ini diketahui dari unggahan warganet di media sosial. 

tribunpekanbaru.com - KPU Kota Dumai mengakui adanya kesalahan input data oleh Operator Sistem Penghitungan (Situng) pada TPS 10 Kelurahan Laksamana Kecamatan Dumai Kota pada Kamis (18/4) lalu.

Diakui Ketua KPU Dumai, Darwis, pihaknya telah melakukan koreksi dan pembetulan atas kesalahan input data tersebut.

"Terimakasih kami sampaikan pada masyarakat telah memberikan masukan pada kami terkait adanya kesalahan input data pada form C1 di TPS 10 Kelurahan Laksamana. Hal ini sudah berhasil kita lakukan pembetulan," ungkapnya pada Jumat (19/4).

Dilanjutkan, masyarakat bisa melihat langsung pembetulan yang telah dilakukan oleh pihaknya tersebut.

Diceritakan, kesalahan bermula saat input data Form C1 pada Kamis (18/4) sekitar pukul 11.00. Saat itu, operator Situng membuka amplop C1 dengan tulisan Kecamatan Dumai Kota Kelurahan Laksamana TPS 10 untuk memasukkan suara atas masing-masing calon.

Darwis mengakui, kesalahan baru diketahui sekira pukul 22.54 WIB melalui sosial media, yang menyebut telah terjadi ketidaksesuaian data C1 dengan data dimasukkan oleh operator Situng KPU Dumai.

"Saat itu juga kita lakukan pengecekan data yang dimasukkan dengan menyandingkan form C1 yang diterima. Dan benar ada kekeliruan, di mana untuk TPS 10 tersebut perolehan suara sah Paslon 02 seharusnya 141 namun terinput 41 suara," tutur Darwis.

Terpisah, Komisioner Bawaslu Dumai, Zulfan, menyayangkan adanya kesalahan dalam memasukkan data form C1 tersebut oleh KPU Dumai. Menurutnya, KPU Dumai semestinya lebih serius dalam memasukkan data tersebut dengan sangat hati-hati.

"Wah, itu kita sayangkan sekali. Harusnya mereka (KPU Dumai) memasukkan data tersebut dengan penuh konsentrasi dan kehati-hatian. Kesalahan seperti itu kan sangat fatal," papar Zulfan.

Dia menyayangkan kesalahan tersebut, dan berharap tidak terjadi lagi untuk selanjutnya. "Seharusnya bisa lebih hati-hati. Jangan sampai nantinya muncul stigma negatif terhadap penyelenggara pemilu serentak 2019 karena kesalahan seperti dilakukan oleh KPU Dumai itu," terangnya. (mad)

Penulis: Syahrul
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved