Breaking News:

Mengeluarkan Darah, Testis Pria Dirobek Pacarnya Menggunakan Gigi, Penyebabnya Diluar Dugaan

Sekitar pukul 4 pagi, Nunzial masuk ke kamar Marcello dalam keadaan telanjang bulat. Ia melompat ke ranjang dan bilang.

fastcompany.com
Ilustrasi 

Sementara Massimo dan Nunzial masuk ke kamar lainnya.

Sekitar pukul 4 pagi, Nunzial masuk ke kamar Marcello dalam keadaan telanjang bulat.

Ia melompat ke ranjang dan bilang ingin melakukan ‘threesome’.

Marcello bilang “Tidak” dan Nunzial berteriak mengatakan teman kencannya ‘tidak oke’ di ranjang.

Kemudian Nunzial pergi ke kamar yang ia tempati bersama Massimo dan mulai  ‘mengacau’.

Marcello pun meminta wanita itu untuk tenang dan keluar dari flatnya.

Ia mengambil pakaian Nunzial dan melemparkan ke arahnya.

Tragedi Gigit Testis Dimulai

Kemudian mereka saling menghina dan Nunzial menyerang Marcello dan menggigit testis kirinya.

“Aku meninjunya 2 atau 3 kali dan mencolok matanya dengan jariku untuk menjauhkan dirinya. Ia menarik kepalanya ke belakang dan testisku jadi keluar,” kata Marcello.

Ia langsung mengambil handuk untuk menghentikan darah yang keluar dan menelepon ambulan.

Kemudian ia dibawa ke Royal Infirmary dimana para dokter memasukkan kembali testisnya ke dalam kantung kemaluan dan mendapat 15 jahitan.

Pengacara Nunzial, Philip Templeton menunjukkan foto-foto yang memperlihatkan luka pada mata dan wajah kliennya.

Ia bertanya kepada Marcello apakah dirinya yang menyebabkan luka tersebut.

“Ya”, jawab Marcello, “Aku mencoba untuk menghentikan dirinya menggigit testisku.”

Sementara Massimo Torrice bercerita bahwa Marcello dan Nunzial saling berteriak ketika masuk ke kamar dan keduanya saling bergulingan di lantai.

Kemudia ia pergi ke kamar mandi, berpakaian, dan bermaksud pergi dari flat.

Saat itulah ia melihat Marcello dengan tangan memegang alat kelaminnya dan ada darah yang mengucur.

“Ia bilang ‘Tolong aku, tolong aku’, dan aku jawab aku tidak mau terlibat”, cerita Massimo.

Hal terakhir yang dilihatnya adalah Marcello berbaring di ranjang bersama Luisa yang memegang handuk untuk menghentikan darah yang keluar.

Dalam persidangan Luisa Bragaglia mengatakan bahwa ia melihat Marcello dengan sebuah handuk yang penuh darah, menutupi alat kelaminnya.

“Aku kira ia berkata ‘Lihat apa yang Nunzial lakukan padaku’. Kantung kelaminnya terbuka dan melihatnya sambil berkata ‘Buruk’,” cerita Luisa.

Nunzial bilang pada Sheriff McCormack ia mabuk minuman vodka malam itu dan mengonsumsi obat di toilet klub malam.

Pembelanya bertanya bagaimana ingatannya pada kejadian di malam itu dan ia menjawab: “Ada hal-hal yang tidak dapat aku ingat”.

Ia bilang, ia pergi ke toilet dan pergi ke kamar Marcello dan menemukan pacarnya bersama Luisa.

Pembelanya bertanya mengapa ia masuk ke kamar itu dan ia menjawab: “Itu kamar kami. Aku tidur di sana bersama Marcello”.

Nunzial bilang, ketika Marcello datang dan bilang padanya untuk pergi, ia pun mulai memaki dan menjerit.

“Aku ingin kabur dari tempat itu, tetapi Marcello mendorongku hingga jatuh ke lantai dan mulai memukuliku,” kata Nunzial.

Ia menambahkan, ketika pria itu mendatangi dirinya, ia menggigitnya.

Ia hanya mengingat hidungnya berdaran dan darah ada di mulutnya.

Dalam persidangan itu, pengacara Nunzial mengatakan bahwa kliennya kecil kemungkinan melakukan penyerangan kembali.

Di sisi lain, hidupnya produktif dan tercatat sebagai seorang karyawan yang baik.

Apa yang terjadi dalam kasus itu adalah karena ia dibawah pengaruh alkohol dan obat-obatan.

Mengomentari vonis Nunzial, Sheriff McCormack berkata pada Social Work Report bahwa Nunzial tidak ditahan.

Ia mengatakan, ‘kaget dengan penyerangan alami yang sangat serius tersebut’.

Meskipun demikian, ia menyebutkan bahwa Nunzial  tidak memiliki riwayat ditahan sebelumnya.

Sedangkan kasus ini dilatarbelakangi karena ia mengonsumsi alkohol, kokain, dan campuran obat-obatan yang tidak diketahui saat di klub malam.

Nah, hukuman tahanan rumah untuk mencegahnya melakukan peristiwa sejenis pada malam hari.

Sementara untuk uang kompensasi, Sheriff McCormack mengatakan pada Nunzial bahwa ia diperintahkan memberi sejumlah besar uang kepada Marcello.

Namun, ia dengan tegas uang kompensasi 500 poundsterling itu dibayarkan dengan cara dicicil sebanyak 50 poundsterling setiap bulannya. (intisari online/Khena Saptawaty) 

Editor: M Iqbal
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved