Kampar
Realisasi Imunisasi Vaksin MR di Kampar Baru 30,2 Persen
Realisasi imunisasi vaksin MR di Kampar masih di bawah target, hingga Oktober 2018 ini pemberian vaksin baru terealisasi 30,2 persen
Penulis: Fernando | Editor: Nolpitos Hendri
Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com, Fernando Sihombing
TRIBUNPEKANBARU.COM, BANGKINANG - Realisasi imunisasi vaksin Measles Rubella (MR) di Kampar masih jauh di bawah target, hingga Oktober 2018 ini pemberian vaksin baru terealisasi 30,2 persen, sedangkan target 95 persen.
Penuntasan program imunisasi MR di Kampar dibahas dalam pertemuan Mid-Term Kampanye MR Fase II yang digelar di Hotel Labarsa, Siak Hulu, Jumat (19/10/2018).
Agenda tersebut dihadiri utusan Kementerian Kesehatan, Kepala Dinas Kesehatan Riau, Mimi Yuliani Nazir serta perwakilan WHO dan UNICEF.
Baca: Disdukcapil Bengkalis Tambah Printer Cetak KTP untuk Tingkatkan Pelayanan
Baca: Mirip Ikan Piranha, Giginya Mampu Memotong Daging, Hidupnya 150 Juta Tahun yang Lalu
Asisten Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kampar, Nurhasani hadir mewakili Bupati.
Ia didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kampar, Nurbit. Kemudian Kepala Kantor Kementerian Agama Kampar, Alfian.
Pertemuan tersebut mengundang berbagai elemen, di antaranya, Camat, Kepala Puskesmas dan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Berikut Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD).
Nurhasani menyebutkan, Imunisasi MR mulai dicanangkan sejak 1 Agustus 2018 lalu.
Ia mengakui, realisasi masih sangat rendah. Ia memaparkan, cakupan di Kampar terdata sebanyak 218.758 orang.
Sebanyak 32,31 persen dari total cakupan di Riau sebanyak 1.955.659 orang.
Guna mengejar capaian target, Nurhasani meminta semua pihak ikut berpartisipasi mengkampanyekan Imunisasi MR.
Baik di bidang pendidikan, keagamaan, organisasi profesi dan lainnya.
Ia berharap, Kampar terbebas dari penyakit yang berasal dari virus Rubella.
Baca: Kapolda Riau Ingatkan Masyarakat untuk Tidak Menyebar Ujaran Kebencian di Medsos
Baca: Dirazia Polisi, Perempuan Penghibur Kalang Kabut dan Miras Disembunyikan di Bak Mandi
"Di masa lalu, kita sudah berhasil mewujudkan Indonesia bebas dari tiga penyakit. Cacar, Polio dan Tetanus. Ke depan kita harus mampu membebaskan anak-anak kita dai berbagai penyakit," ujar Nurhasani.
Menurut Nurhasani, masa Imunisasi MR akan berakhir pada 31 Oktober.
Ia berharap cakupan populasi imunisasi, anak berusia 9 bulan sampai 15 tahun, tercapai maksimal.
Ia mengimbau masyarakat membawa anaknya ke fasilitas kesehatan terdekat yang melayani imunisasi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/ilustrasi-polemik-vaksin-mr_20180820_155944.jpg)