Berita Riau

SPA di Riau Diduga Dijadikan Tempat PROSTITUSI, Ketua LAMR Minta Telusuri Agar Tidak Resahkan Warga

Solus Per Aqua atau SPA di Riau tepatnya di Selatpanjang Kepulauan Meranti diduga dijadikan tempat prostitusi

SPA di Riau Diduga Dijadikan Tempat PROSTITUSI, Ketua LAMR Minta Telusuri Agar Tidak Resahkan Warga
Tribun Pekanbaru/Ilustrasi/Nolpitos Hendri
SPA di Riau Diduga Dijadikan Tempat PROSTITUSI, Ketua LAMR Minta Telusuri Agar Tidak Resahkan Warga 

SPA di Riau Diduga Dijadikan Tempat PROSTITUSI, Ketua LAMR Minta Telusuri Agar Tidak Resahkan Warga

TRIBUNPEKANBARU.COM, KEPULAUANMERANTI - Solus Per Aqua atau SPA di Riau tepatnya di Selatpanjang Kepulauan Meranti diduga dijadikan tempat prostitusi.

Terkait informasi dugaan praktik prostitusi di SPA Grand Meranti Hotel, Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kepulauan Meranti juga angkat bicara.

Baca: Leonardo Dicaprio Tewas dalam Kecelakaan Beruntun di Riau, Supir dan Satu Penumpang juga Meninggal

Baca: RoRo Jalur Dumai-Malaka segera Beroperasi, SOP dan Fasilitas Pendukung sedang Disiapkan Pemprov Riau

Baca: Menteri Pariwisata Arief Yahya ke Riau Nonton Pacu Jalur di Teluk Kuantan, Buka Festival Pacu Jalur

Baca: Bank Indonesia Luncurkan QRIS untuk Sistem Pembayaran Indonesia 2025, Bayar Cukup Pakai Smartphone

Pihak LAMR Kepulauan Meranti menilai bahwa intormasi terkait kegiatan maksiat di tempat tersebut juga sudah didapat melalui pemberitaan yang beredar.

Ketua LAMR Kepulauan Meranti, Muzamil Baharuddin mengatakan jika informasi terkait adanya praktik prostitusi di tempat tersebut, sudah pasti akan menggerus tatanan kehidupan masyarakat di Kota Sagu ini.

Apalagi Kepulauan Meranti merupakan Bumi Melayu yang kental identik dengan syariat Islam.

"Kalau memang itu melanggar aturan dan tidak sesuai lagi dengan etika dan moral yang berlaku ya tutup saja. Jika ini ada prostitusinya, LAM minta Spa ini ditutup segera," kata Muzamil Rabu (21/8/2019).

Ketua LAMR Kepulauan Meranti ini juga meminta pemerintah daerah untuk bertindak tegas terkait hal tersebut, agar masyarakat tidak membuat masyarakat menjadi resah terkait informasi yang beredar.

Dirinya menilai bahwa pemerintah harus menelusuri informasi tersebut untuk diketahui kebenarannya untuk kemudian diambil tindakan.

Baca: Karhutla di Riau Sebabkan Kabut Asap Pekat di Pelalawan, Jarak Pandang 3.000 Meter

Baca: Tiga Orang Kurir Narkoba di Pelalawan Riau Ditangkap Polisi di Warung hingga Kebun Kelapa Sawit

Baca: BREAKING NEWS : JARAK PANDANG Hanya 1 Kilometer, Siak Dikepung Kabut Asap Akibat Karhutla di Riau

Apalagi dikatakan Muzamil bila memang kegiatan tersebut sudah di luar ketentuan yang ada dengan pihak pemerintah Kepulauan Meranti.

Halaman
1234
Penulis: Teddy Tarigan
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved