Minggu, 19 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Siak

STORY - Jalan-jalan di Water Front City Siak Rasa Berada di Luar Negeri

Rampungnya pembangunan turap, pendestrian di bibir sungai Siak, telah berhasil mengubah wajah kota Siak Sri Indrapura.

Penulis: Mayonal Putra | Editor: Ariestia
Istimewa
Seorang warga duduk di kursi tempat pendestrian, water front city di Tepian Bandar Sungai Jantan. 

STORY - Jalan-jalan di Water Front City Siak Rasa Berada di Luar Negeri

TRIBUNSIAK.COM, SIAK - Rampungnya pembangunan turap, pendestrian di bibir sungai Siak, telah berhasil mengubah wajah kota Siak Sri Indrapura.

Turap dimaksud merupakan konsep utama program water front city.

Kini, turap itu dinamakan Tepian Bandar Sungai Jantan (TBSJ), menjadi penunjang utama wisata Siak, setelah Istana Assreayah Alhasyimiyah atau Istana Matahari Timur.

Jalan-jalan di TBSJ berasa berada di luar negeri. Sebab, penataan tepian sungai di manapun di Indonesia ini tidak ada yang sehebat pendestrian pada Sungai Siak.

Wisatawan yang melancong ke Siak menyebut pendestrian itu mirip pinggiran Sungai Seine, Lyon Perancis dan Water Front City (WFC) di Singapura.

"Ya, konsep pembangunannya bagus sekali. Tidak rasa di Riau, kek di luar negeri," kata Rio, wisatawan, Kamis (17/10/2019).

 Puluhan Murid SMP di Dumai Riau Menjerit-jerit karena Kerasukan, Terpaksa Dipulangkan Lebih Awal

 FOTO: Tim Rescue Evakuasi Anak Gajah Liar yang Terkena Jerat

Pendestrian dimaksud membentang sepanjang 871 meter. Setiap 20 meter ada lampu di atas pagar stainless steel.

Menariknya, pembangunan pendestrian ini tanpa konflik, padahal dulu kawasan kumuh dan lokasi pembuangan limbah rumah tangga penduduk.

Bentangan turap, yang kini telah menjadi pendestrian popular di Siak tersebut, berpangkal dari depan kelenteng Hock Siu Kiong, klenteng terbesar dan tertua di kabupaten Siak.

Di depan klenteng tersebut dibangun taman yang indah, lengkap dengan fasilitas tempat duduknya. Bagian plaza utama turap, berbentuk lingkaran dengan diameter 82,64 meter ada di sana.

Plaza ini dibangun lebih tinggi 60 sentimeter dari permukaan jalur pedestrian. Tujuannya agar siapapun yang datang bisa lebih leluasa menikmati pemandangan sungai Siak.

Lebar turap 12 meter dengan lantai yang bersih dengan granit mewah. Turap ini berujung di depan masjid peninggalan Sultan Siak, yakni masjid Syahbuddin.

Di muara anak sungai yang dicor dan dibendung menuju taman Tengku Mahratu, fasilitas turap dilengkapi dengan sebuah gazebo berkubah putih.

 STORY - Korban Kebakaran di Pelalawan Riau Bersyukur Dibangunkan: Kalau Tidak Kami Sudah Terpanggang

 Cueki Ketua DPRD Riau Saat Sambangi Sekolahnya, Kepsek di Pekanbaru: Saya Baru Kenal

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved