Karhutla

Cuaca Kondusif, Status Siaga Darurat Bencana Karhutla di Riau Tak Diperpanjang

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau dipastikan tidak akan memperpanjang Status Siaga Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Cuaca Kondusif, Status Siaga Darurat Bencana Karhutla di Riau Tak Diperpanjang
TRIBUNPEKANBARU.COM/THEO RIZKY
Pesawat jenis air tractor tiba di Bandara SSK II, Pekanbaru, Kamis (3/9/2015). Pesawat tersebut akan menambah kekuatan Satgas Udara di Posko Siaga Darurat Kebakaran Lahan dan Hutan Riau yang sekarang memiliki tiga helikopter water bombing yang disewa Badan Nasional Penanggulangan Bencana. TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau dipastikan tidak akan memperpanjang Status Siaga Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Seperti diketahui Status Siaga Bencana Karhutla di Provinsi Riau ditetapkan oleh Gubernur Riau, saat itu Wan Thamrin Hasyim pada tanggal 19 Februari 2019 lalu akan berakhir tanggal 31 Oktober 2019.

"Karena cuaca dan suasana sudah kondusif, Insyallah Riau tidak akan memperpanjang Status Siaga Karhutla yang akan berakhir 31 Oktober 2019 mendatang. Mudah-mudahan cuaca tetap kondusif sehingga tidak terjadi lagi kebakaran hutan dan lahan di Riau ini," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau, Edwar Sanger, Jumat (25/10/2019).

Namun, Edwar mengungkapkan bahwa Provinsi Sumatera Selatan dan Provinsi Jambi masih berjibaku untuk mengatasi titik hotspot yang masih ada akibat Karhutla.

Kalau Riau Jadi Tempat Laga Piala Dunia U-20, Gubri Siap Benahi Stadion Utama

"Hari ini saja di Provinsi Jambi masih ada sekitar 153 titik hotspot. Kemarin sore saya berkomunikasi dengan BPBD Sumsel dan BPBD Jambi, mereka kemungkinan memperpanjang siaga darurat Karhutla sampai dua pekan ke depan," ujarnya.

Edwar mengungkapkan, memasuki bulan Oktober ini, pasca penetapan status darurat pencemaran udara, sejumlah wilayah di Riau langsung diguyur hujan.

Sehingga titik api dan kabut asap yang terjadi akibat Karhutla di Provinsi Riau sudah menurun frekusensinya.

"Kita terus melakukan upaya pencegahan, termasuk pendinginan di lokasi-lokasi yang yang masih muncul titik asapnya," katanya.

Pengaduan Bawaslu Riau Terbukti, DKPP Jatuhi KPU Siak Sanksi

Pihaknya sejauh ini terus melakukan patroli untuk memastikan tidak lagi ada titik api.

Khususnya di wilayah Indragiri Hilir dan Indragiri Hulu.

"Bahkan kemarin kita bawa langsung bupatinya, supaya mereka tau, bahwa inilah lokasi-lokasi yang rawan terjadi kebakaran dan harus menjadi perhatian bersama untuk ditangani," ujarnya.

Edwar mengungkapkan, Karhutla di Riau tahun 2019 ini lebih menurun jika dibandingkan tahun 2015 lalu.

Namun di tahun 2019 ini kasus Karhutla terekpos cukup tinggi.

Sehingga terkesan tahun ini Kathutla di Riau cukup tinggi.

"Kita maklum juga, karena sekarang kan zaman Medsos juga cukup canggih dan gampang sekali untuk memviralkannya," katanya. (Tribunpekanbaru.com/Syaiful Misgio)

Penulis: Syaiful Misgio
Editor: Hendra Efivanias
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved