HIV AIDS

Penderita HIV/AIDS di Kuansing Didominasi Pria

Terungkapnya 15 pengidap penyakit HIV/AIDS karena pemeriksaan di rumah sakit. Sehingga data penderita sangat dirahasiakan.

Penderita HIV/AIDS di Kuansing Didominasi Pria
internet
Ilustrasi 

TRIBUNPEKANBARU.COM, TELUK KUANTAN - Sebanyak 15 orang penderita HIV/AIDS ditemukan di Kuansing, Provisni Riau. Para penderita tersebut didominasi pria dan saat ini terus menjalani perawatan.

"Data dari rumah sakit, ada 15 penderita HIV/AIDS di Kuansing," kata kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kuansing, Jumardi, Minggu (1/12/2019).

Setiap 1 Desember memang diperingati sebagai hari AIDS sedunia. Peringatan ini untuk mengingatkan bahaya penyakit yang belum ditemukan obat penyembuhnya ini.

Jumardi mengatakan, 15 orang tersebut data pribadinya sangat dirahasiakan. Namun mereka secara rutin mengkonsumsi Antiretroviral (ARV) yang secara gratis diberikan pemerintah.

Terungkapnya 15 pengidap penyakit HIV/AIDS karena pemeriksaan di rumah sakit. Sehingga data penderita sangat dirahasiakan.

Penderita HIV/AIDS di Kuansing didominasi usia produktif. Kebanyakan penderitanya merupakan kaum laki-laki. "Penyebabnya karena jarum suntik dan seks bebas," ucapnya.

Beberapa waktu lalu, Dinas Kesehatan Kuansing pernah melakukan tes HIV AIDS di daerah Bukit Betabuh, Kecamatan Kuantan Mudik. Daerah ini memang dipenuhi cafe remang-remang dan diduga ada layanan seks.

Hasil tes, ditemukan dua orang pengidap HIV AIDS. Dua orang ini tidak termasuk dalam data 15 pengidap HIV AIDS tersebut.

"Sekarang yang dua orang di Bukit Betabuh itu gak tahu lagi ke mana. Katanya gak di situ lagi (Bukit Betabuh)," ujarnya.

Dinkes Kuansing juga pernah melakukan tes HIV AIDS di Rumah Tahanan (Rutan) Teluk Kuantan. Hasilnya, negatif.

"Kita pernah tes di Rutan. Hasilnya negatif. Enggak ada penghuni yang mengidap HIV AIDS," kata Jumardi.

Tes HIV AIDS di Rutan Teluk Kuantan wajar di lakukan. Sebab 80 persen punghuni rutan ini merupakan kasus narkotika. Dinkes juga pernah melakukan tes di sebuah rumah yang dianggap menyediakan jasa seks di Kecamatan Benai. Hasilnya, negatif.

"Kita juga pernah tes yang di Benai. Hasilnya negatif," ujar Jumardi. (Tribunpekanbaru.com/dian maja palti siahaan)

Penulis: Dian Maja Palti Siahaan
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved