Pelalawan

Ketinggian Air Dua Sungai Fluktuatif Selama Musim Hujan, BPBD Pelalawan Riau Tetap Waspada

Intensitas hujan mulai sedang hingga lebat mempengaruhi ketinggian air sungai yang ada di Kabupaten Pelalawan.

Ketinggian Air Dua Sungai Fluktuatif Selama Musim Hujan, BPBD Pelalawan Riau Tetap Waspada
Istimewa
Level indikator ketinggian air Jembatan Ponton Sungai Kampar di Kecamatan Langgam. 

Ketinggian Air Dua Sungai Fluktuatif Selama Musim Hujan, BPBD Pelalawan Riau Tetap Waspada

TRIBPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI - Memasuki Bulan Desember ini intensitas hujan yang turun mengguyur wilayah Kabupaten Pelalawan dan sekitarnya semakin tinggi mulai pagi, siang, hingga malam hari.

Intensitas hujan mulai sedang hingga lebat mempengaruhi ketinggian air sungai yang ada di Kabupaten Pelalawan. Ada dua sungai besar yang menjadi fokus pemantauan dari Badan Penggulangan Bencana Daerah (BPBD) yakni Sungai Kampar dan Sungai Nilo yang membentang di beberapa kecamatan dan kabupaten. Setiap pergerakan ketinggian debit airnya terus dikontrol oleh petugas.

"Ketinggiannya saat ini masih fluktuatif. Kemarin sempat naik, sekarang turun. Makanya kita terus waspada ketinggian airnya," terang Kepala BPBD Pelalawan, Hadi Penandio, Rabu (4/12/2019).

Menurut Hadi Penandio, Sungai Nilo yang berhulu di Indragiri Hulu sempat sedikit meluap akhir pekan lalu hingga meluber ke jalan di Desa Lubuk Kembang Bunga Kecamatan Ukui.

Namun air kembali surut dua hari setelahnya dan bertahan hingga sekarang. Dikuatirkan debit air meningkat lagi lantaran intensitas hujan semakin tinggi, khususnya di bagian hulu.

Sedangkan Sungai Kampar ketinggiannya masih dibawah batas normal, meski menunjukan kenaikan beberapa hari lalu.

Ketinggiannya selalu dikontrol setiap hari berdasarkan level indikator yang ada di jembatan penyeberangan pontoon di Kecamatan Langgam.

Air diperkirakan akan naik terus akibat intensitas hujan tinggi ditambah lagi kiriman dari Kampar Kiri yang berhulu di Kota Padang.

"Kita juga mewaspadai air dari PLTA Koto Panjang di Bangkinang. Ketinggian air mulai mendekati level maksimal. Jika suatu waktu pintu air dibuka, kita harus siap-siap," tambah Hadi.

Ia mengimbau masyarakat yang berada di bantaran sungai agr tetap berhati-hati mengingat debit air berubah-ubah, khususnya daerah-daerah yang rawan banjir.

Hadi memastikan hingga kini belum ada wilayah yang tergenang banjir. (Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)

Penulis: johanes
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved